Ragam Manfaat Arak Bali, Mulai dari Minuman hingga BBM

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Warga yang tinggal di Bali sudah tidak asing dengan minuman khas lokal yang mengandung alkohol, yang diberi nama arak Bali. Proses pembuatannya yakni dengan cara menyuling hasil fermentasi dari pohon lontar atau juga dikenal dengan pohon ental.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, pernah mengklaim bahwa terapi arak Bali bisa menyembuhkan para pasien yang positif COVID-19.

Dilansir dari laman resmi Universitas Udayana Bali, Kamis 29 Oktober 2020, beberapa mahasiswa fakultas teknik mesin kampus tersebut juga pernah melakukan eksperimen dengan arak Bali.

Mereka mengolah cairan itu menjadi bahan bakar minyak, yang kualitasnya lebih tinggi dari Premium milik Pertamina. Jenis BBM itu adalah bioetanol, yakni bahan bakar yang diproduksi menggunakan bahan dasar nabati.

Saat disajikan sebagai minuman, arak Bali kini juga telah hadir dalam varian kopi. Bahkan, produk UMKM berupa Kopi Liqueur itu siap masuk pasar nasional Indonesia.

Perpaduan dua produk kearifan lokal itu diharapkan bisa mengisi ceruk pasar yang selama ini dikuasai oleh produk impor, sekaligus menjadi inovasi baru untuk mengangkat kembali potensi ekonomi Bali yang amat terpukul oleh pandemi.

Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama SBV I, Made Gunawirawan; Direktur Kaya.id, Junita Kartikasari; Direktur CV Parta Jaya, Wayan Suantara; dan Ketua Koperasi Sumber Mertha Buana, Wayan Terima.

Terima mengatakan, bahwa area petani yang bernaung di koperasinya mencapai 120 hektare dengan produksi tahunan 200 ton kopi arabica maupun robusta. Sementara, UMKM Parta Jaya sanggup mendestilasi sampai 600 liter per hari.

“Kami ingin mengubah paradigma arak Bali dan kopi Bali yang masih menjadi tamu di negeri sendiri, menjadi tuan rumah,” ungkap Gunawirawan.

Baca juga: Gula dan Pemanis Buatan, Mana yang Lebih Berbahaya?