Ragam Obat yang Diklaim Bisa Sembuhkan Covid-19, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini banyak beredar informasi terkait obat-obatan yang bisa menyembuhkan covid-19. Informasi ini tersebar luas di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Padahal hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum ada obat yang benar-benar terbukti menyembuhkan covid-19. WHO juga memperingatkan agar warga tidak mengobati sendiri jika ada gejala covid-19.

Lalu apa saja obat yang belum terbukti atau tidak bisa menyembuhkan covid-19? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Belum Terbukti Ivermectin Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Kabar tentang pasien positif Covid-19 langsung sembuh usai mengonsumsi obat ivermectin beredar di media sosial.

Kabar tersebut beredar lewat sebuah artikel berjudul "Booming Ivermectin, Puluhan Pasien Positif di Sragen Langsung Sembuh Usai Mengonsumsi. Ada Kakek-Nenek 80 Tahun Juga Bisa Sembuh, Relawan Makin Gencar Bagi ke Desa-Desa" yang dimuat situs joglosemarnews.com pada 28 Juni 2021.

Dalam artikel tersebut diisebutkan bahwa ivermectin mampu mempercepat penyembuhan sejumlah pasien Covid-19. Para relawan pun membagikan obat tersebut ke sejumlah warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Benarkah klaim ivermectin mampu dan langsung menyebuhkan pasien yang terpapar Covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

Obat Lainnya

Ilustrasi Cek Fakta
Ilustrasi Cek Fakta

2. Cek Fakta: Tidak Benar Obat Klorin Dioksida Bisa Sembuhkan Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan dan Youtube postingan video testimoni terkait klaim obat klorin dioksida yang bisa menyembuhkan covid-19. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan ini.

Salah satunya yang diunggah oleh akun bernama Jatim Times. Akun tersebut mengunggah video berjudul "Viral, Banyak Warga Malang Raya Sembuh Dari Covid-19 Pasca Minum Obat Temuan Prof Richard Claproth" pada 2 Februari 2021.

Video tersebut berdurasi 27 menit, 11 detik dan berisi testimoni terkait obat klorin dioksida buatan Prof Dr Richard Claproth bisa menyembuhkan covid-19.

Selain itu ada juga artikel dari Malangtimes.com berjudul yang sama dan juga tayang 2 Februari 2021. Dalam artikel tersebut terdapat beberapa testimoni dan klaim bahwa obat sudah melalui uji klinis namun belum diakui BPOM.

Selain itu obat tersebut diklaim bisa menyembuhkan pasien covid-19 dalam segala level dan telah diuji klinis dan efektif.

Lalu benarkah obat klorin dioksida bisa menyembuhkan covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Belum Terbukti Obat Bernama Molnupiravir Bisa Sembuhkan Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan dan media sosial video yang mengklaim pandemi covid-19 akan segera berakhir karena ada obat bernama Molnupiravir. Video tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mengunggahnya adalah bernama M. Zalik. Dia mempostingnya di Facebook pada 18 April 2021.

Dalam postingannya terdapat video berdurasi 4 menit 7 detik. Di video tersebut terdapat narasi "sayonara covid-19" disertai penjelasan terkait Molnupiravir.

Selain itu postingan tersebut juga disertai narasi: "INFORMASI TERBARU OBAT CORONA SUDAH DITEMUKAN"

Lalu benarkah klaim yang menyebut pandemi covid-19 akan segera berakhir karena obat covid-19 bernama Molnupiravir sudah ditemukan? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel