Rahang bawah menonjol pada raja-raja Eropa "akibat kawin sedarah', peneliti menemukan

Garis rahang yang menonjol seperti terlihat pada puluhan gambar dari dinasti Habsburg dari raja-raja Spanyol dan Austria

Keluarga itu saling menikahi berkali-kali untuk mengamankan kekuasaan dan pengaruh di seluruh kerajaan Eropa selama 200 tahun - tetapi membawa serta produk sampingan yang tidak biasa.

'Rahang Habsburg' yang khas dapat dilihat dalam banyak lukisan, dan para peneliti menganalisis deformitas, membandingkannya dengan tingkat keterkaitan para raja dan istri yang digambarkan dalam gambar.

Profesor Roman Vilas dari Universitas Santiago de Compostela mengatakan, "Dinasti Habsburg adalah salah satu yang paling berpengaruh di Eropa, tetapi menjadi terkenal karena perkawinan sedarah, yang akhirnya menjadi kejatuhannya.

"Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa ada hubungan positif yang jelas antara kawin sedarah dan penampilan rahang Habsburg."

Para peneliti merekrut 10 ahli bedah maksilofasial (wajah, mulut dan rahang) untuk mendiagnosis kelainan bentuk wajah pada 66 potret dari 15 anggota dinasti Habsburg.

Tingkat perkawinan sedarah dihitung dari silsilah keluarga skala besar, termasuk lebih dari 6.000 individu milik lebih dari 20 generasi.

Analisis dilakukan untuk menentukan apakah itu terhubung ke tingkat kelainan bentuk wajah.

Penyebab hubungan antara perwakinan sedarah dengan deformitas wajah masih belum jelas, tetapi penulis mengemukakan itu karena efek utama dari perkawinan antara saudara adalah peningkatan kemungkinan keturunan mewarisi bentuk identik dari gen dari kedua orang tua, yang dikenal sebagai homozigositas genetik.

Raja Habsburg terakhir tidak dapat menghasilkan pewaris.

"Sementara penelitian kami didasarkan pada tokoh-tokoh sejarah, perkawinan sedarah masih umum di beberapa wilayah geografis dan di antara beberapa kelompok agama dan etnis, jadi penting saat ini untuk menyelidiki efeknya," kata Vilas.

"Dinasti Habsburg berfungsi sebagai semacam laboratorium manusia bagi para peneliti untuk melakukannya, karena kisaran perkawinan sedarah sangat tinggi."