Rahasia Bikin Kucing dan Si Kecil Jadi Teman Baik Sampai Dewasa

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Hewan peliharaan seringkali sudah dianggap sebagai anggota keluarga. Tak heran kalau cat owner pun ingin anak-anak memiliki ikatan yang sama kuat dengan kucing kesayangan. Butuh usaha, apalagi si kecil yang masih belum paham cara berinteraksi dengan kucing berisiko kena cakar atau digigit. Biar bisa jadi teman baik hingga dewasa nanti, berikut rahasianya!

Perhatikan Bahasa Tubuh Kucing

(c) shutterstock
(c) shutterstock

Bantu anak-anak belajar mengenali kapan kucing sedang santai atau terganggu. Kucing yang senang dibelai akan bergesekan dengan tangan, pakaian hingga mencondongkan tubuhnya ke arahnya. Kucing juga akan mengangkat ekornya tinggi-tinggi dan menggerakkan ujungnya, juga mendengkur.

Tanda-tanda belaian harus berhenti saat ekor mengibas, ekor mengembang keluar, ekor diturunkan ke tanah atau diselipkan ke bagian bawah tubuh. Kucing yang gelisah juga dapat menggerakkan telinganya ke belakang, menggeram, atau memanjangkan cakarnya. Kalau sudah menunjukkan tanda-tanda ini, sebaiknya minta si kecil berhenti atau menjauh dari kucing.

Pengawasan Tak Boleh Kendor

(c) shutterstock
(c) shutterstock

Hindari meninggalkan anak-anak, terutama yang masih kecil, bermain sendirian dengan kucing. Bisa saja tanpa sengaja mreka menakuti kucing dengan menarik ekor atau cakarnya dan bikin kucing bereaksi dengan mencakar atau menggigit.

Selain itu ajarkan beberapa dasar penting saat berinteraksi dengan kucing, misalnya mengangkat kucing dengan satu tangan menopang dada dan tangan lain menopang kaki belakangnya, melepaskan kucing yang sedang meronta, dan hindari menggunakan tangan sebagai mainan. Selain itu, ingatkan anak-anak untuk meninggalkan kucing yang sedang tidur, makan atau sedang menggunakan kotak kotorannya.

Ajarkan Tanggung Jawab

(c) shutterstock
(c) shutterstock
(c) Muezza.
(c) Muezza.

Bukan hanya saat bermain saja, anak-anak yang lebih besar bisa mulai diberikan tanggung jawab untuk ikut merawat kucing kesayangan. Mulai dari menyisir bulunya, mengisi air minumnya, hingga memberikan makan. Saking gemasnya, tak jarang si kecil terus-menerus memberikan camilan. Padahal porsi makan yang berlebihan setiap harinya akan memicu masalah pada kesehatan kucing.

Ingatkan untuk memberikan cat food berkualitas, baik di jam makannya atau sebagai apresiasi untuk memuji perilaku baik kucing. Sediakan selalu Muezza yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang untuk membantu manjaga kucing tetap sehat dan berbulu indah. Tak bakal bosan, karena ada 4 varian rasa lezat yang disukai kucing seperti Mackerel Flavor, Ocean Fish Flavor, Tuna Flavor, dan Salmon Flavor.

Muezza juga sudah bersertifikat halal dari The Central Islamic Committee of Thailand. Tunggu apalagi? Segera borong Muezza untuk stok di rumah, cukup beli di Shopee dan Tokopedia.

Beli Muezza di Shopee Beli Muezza di Tokopedia