Rahasia Kunci Sukses Bisnis yang Dijalan Gojek dan Traveloka

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAGojek dan Traveloka menggunakan layanan Container as a Service (CaaS) dalam mendukung layanan digital mereka atas dasar tuntutan bisnis dan pelanggan, sehingga dalam fase development, fase staging, dan fase production harus berjalan dengan cepat.

"Karena saking cepatnya, pengelolaan server dengan cara tradisional tidak bisa lagi dilakukan," kata Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto, Jumat, 5 Maret 2021.

Baca: Begini Ekspresi Driver Gojek Lansia Usai Disuntik Vaksin

Lantas, apa itu layanan CaaS? Menurut Alex ini merupakan model layanan cloud yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah, mengatur, memulai, menghentikan, dan mengelola aplikasi dalam bentuk container.

Pada dasarnya, CaaS merupakan solusi yang memudahkan pengembang untuk merancang situs web dan aplikasi.

Dengan layanan ini maka aplikasi akan aman dan tetap stabil bahkan saat trafik melonjak. Selain itu, pengembang bisa lebih fokus pada pembuatan fitur baru, pembaruan dan perbaikan aplikasi.

Di dalam model CaaS, container disediakan sebagai layanan di dalam cloud. Bagi pengembang aplikasi, Alex melanjutkan, CaaS membantu meringkas proses pengembangan dan menyebarkan (deployment) aplikasi.

"Docker, Kubernetes serta AKS (Azure Kubernetes Service) Engine adalah platform yang bisa digunakan sebagai CaaS dan muncul sebagai altenatif solusi untuk menjawab tantangan tersebut," ungkap Alex.

Dengan begitu pengguna bisa menjalankan, memodifikasi, dan menghapus ratusan hingga ribuan container dengan beberapa file script saja. Docker, Kubernetes serta AKS Engine dinilai sangat cepat dan efisien, sehingga banyak pelaku startup dan perusahaan digital mulai beralih menggunakan ketiga platform tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Imam Adiwibowo selaku Senior Technical Specialist Cloud & Collaboration Telkomtelstra, menjelaskan soal Docker, yaitu sebuah platform perangkat lunak yang memungkinkan untuk membuat, menguji, dan menerapkan aplikasi menggunakan container.

Menurutnya, Docker mengemas perangkat lunak ke dalam unit standard yang disebut container yang memiliki semua yang diperlukan perangkat lunak agar dapat berfungsi termasuk pustaka, alat sistem, kode, dan waktu proses.

Dengan menggunakan Docker, pengguna dapat dengan cepat menerapkan dan menskalakan aplikasi ke lingkungan apa pun dan yakin bahwa kode tersebut akan berjalan.

"Salah satu layanan kami sediakan adalah Managed Cloud Services, di mana kami jadi provider untuk Azure Stack, yakni cloud platform berbasis teknologi Azure yang lokasi data center-nya ada di Indonesia,” ungkap Imam.