Rahasia Panjang Umur Sampai Usia 100 Tahun Menurut Peneliti

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Setiap mengulang hari lahir, kita pasti didoakan agar selalu sehat dan panjang umur. Yup, banyak orang yang ingin hidup lebih lama di dunia ini, kamu salah satunya?

Berdasarkan data dari Biro Sensus Amerika Serikat seperti dikutip laman The Active Times, diperkirakan ada sekitar 80 ribu centenarian--sebutan untuk orang yang hidup di usia 100 tahun.

Biro Sensus AS memperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga satu juta pada 2050. Nah pertanyaannya, apa yang membuat seorang centenarian bisa hidup lebih lama hingga usia 100 tahun?

Jika ingin hidup lebih lama, kamu bisa mulai melakukan beberapa tips berikut ini:

1. Masak Sendiri

ilustrasi masak bareng keluarga saat puasa/pexels
ilustrasi masak bareng keluarga saat puasa/pexels

Menurut penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, orang yang sering memasak makanan di rumah diketahui lebih sehat karena mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Ya, nggak mengherankan bahwa kombinasi karbohidrat, sedikit gula dan lemak, dapat menjadi solusi pola hidup sehat yang dapat memperpanjang umurmu.

Bahkan beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa memasak di rumah lima kali dalam seminggu, dapat meningkatkan peluang hidup 10 tahun atau sekitar 47 persen.

2. Teratur dan Bijaksana

Menurut The Longevity Project, salah satu studi terbesar tentang umur panjang yang berlangsung selama 80 tahun, menunjukkan bahwa orang yang memiliki ketekunan dan organisasi yang baik sebagai keterampilan pribadi akan mengarah pada umur yang panjang.

Sederhananya, mereka adalah orang-orang yang cenderung membuat pilihan yang dengan cara lebih baik, yaitu hidup lebih sehat, baik dalam hal pekerjaan dan juga kesehatan.

3. Minum Teh Hijau

Ilustrasi teh hijau yang bagus untuk hilangkan bekas jerawat. (unsplash.com/Rawpixel).
Ilustrasi teh hijau yang bagus untuk hilangkan bekas jerawat. (unsplash.com/Rawpixel).

Teh hijau mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Ini merupakan antioksidan untuk memblokir enzim yang membantu mempertahankan sel kanker atau siklus sel yang memungkinkan mereka untuk terus tumbuh.

Selain itu ada katekin yang mengendurkan pembuluh darah dan membantu fungsi jantung. Antioksidan polifenol dalam teh hijau juga dikenal dengan sifat anti-penuaannya. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa orang yang banyak minum teh hijau memiliki risiko kematian 26 persen lebih rendah.

4. Banyak Makan Ikan dan Kacang-kacangan

Diet Mediterania telah lama dikenal untuk pola hidup sehat. Sebuah data menunjukkan bahwa orang-orang di beberapa negara yang menerapkan diet mediterania dikenal memiliki populasi yang hidup paling lama.

Selain itu minyak zaitun dan ikan ternyata dapat mengurangi risiko patah tulang hampir 30 persen. Jadi, setelah mengkonsumsi makanan sehat, nutrisi dalam tubuh memainkan peran penting untuk mencegah osteoporosis, penyebab tulang menjadi lemah dan mudah patah.

5. Konsumsi Buah dan Sayur

Sayuran hijau dan Buah (sumber: iStockphoto)
Sayuran hijau dan Buah (sumber: iStockphoto)

Mengonsumsi buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan angka kematian hingga lima persen. Oleh karena itu, pastikan setiap harinya, tambahkan sayur dan buah di setiap menu makananmu ya

6. Meditasi

Menurut peneliti, meditasi juga dikaitkan dengan aktivitas enzim telomerase yang lebih besar. Ini merupakan enzim yang penting untuk menjaga kesehatan sel jangka panjang dalam tubuh. Efeknya akan terlihat secara psikologis, salah satunya kamu jadi dapat lebih meningkatkan kemampuan untuk mengelola stres.

7. Jaga Kadar Lemak dalam Tubuh

Kelebihan lemak dalam tubuh atau obesitas dapat menjadi salah satu penyebab kematian. Potensinya mengarah ke serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan kanker.

Oleh karna itu, agar lemak dalam tubuh nggak menumpuk di pankreas, jantung, dan organ lain hingga menyebabkan disfungsi organ, pastikan kamu beraktivitas fisik dan berolahraga teratur ya!

Rekomendasi untuk orang dewasa usia 18-64 tahun, lakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur selama 2,5 jam dengan intensitas sedang atau 1,5 jam dengan intensitas tinggi setiap minggu.

8. Hindari Banyak Duduk

ilustrasi duduk terllau lama/Photo by Thought Catalog on Unsplash
ilustrasi duduk terllau lama/Photo by Thought Catalog on Unsplash

Buat kita yang work from home atau kalian yang lebih banyak beraktivitas di rumah saja sambil duduk, mulailah banyak bergerak. Sebuah studi menyebutkan bahwa di usia 25 tahun mereka yang terlalu banyak duduk dapat menurunkan angka harapan hidup selama 22 menit.

9. Konsumsi Vitamin D

Menurut Johns Hopkins Medicine, penelitian menunjukkan kekurangan vitamin D dapat memicu risiko serangan jantung, gagal jantung kongestif, penyakit arteri perifer (PAD), dan kondisi yang terkait dengan penyakit kardiovaskular.

Orang dengan tingkat vitamin D yang rendah, 64 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung dan memiliki risiko 81 persen lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung.

10. Punya Hewan Peliharaan

Makanan Kucing Halal, Muezza.
Makanan Kucing Halal, Muezza.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan dengan hewan, terutama kucing dan anjing, dapat berdampak positif pada kesehatan.

Ya, hewan peliharaanmu membantu mengembangkan kebiasaan sehat sejak dini, meningkatkan kesehatan mental, meningkatkan aktivitas, mengurangi stres, menjaga kesehatan jantung, mengurangi risiko stroke, dan membantumu tetap bersosialisasi.

Memiliki hewan peliharaan seperti kucing memang sangat menyenangkan. Namun jangan hanya kamu saja yang sehat ya, pastikan kucing peliharaanmu juga sehat.

Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan asupan makanan cocok dikonsumsi untuk kucing dewasa dan mengandung protein yang berkualitas tinggi. Pilih juga yang mengandung ekstrak Yucca Schidigera.

Ekstrak Yucca Schidigera sangat berkhasiat untuk menghambat penyerapan bakteri berbahaya di saluran pencernaan, sehingga kesehatan kucing lebih terjamin.

(*)