Rahasia Tubuh Terasa Bugar ketika Bangun Tidur Saat Weekend dan Weekdays

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bangun tidur di pagi hari pada saat weekend dan weekdays itu terasa berbeda. Pada saat weekend, Anda biasanya bangun lebih siang, tapi kenapa masih terasa mengantuk? Padahal Anda berharap untuk merasa segar bugar.

Ini berbeda jika hari kerja, meski bangun tidur lebih pagi, tubuh Anda terasa bugar. Ternyata itu semua ada alasan ilmiahnya. Seperti yang disampaikan Dr Stuart Farrimond, seorang dokter yang juga penulis kesehatan bestseller dalam bukunya The Science of Living.

Farrimond bilang, ini semua karena tubuh memiliki ritme tidur-bangun yang tetap. Dan ritme inilah yang mulai menghidupkan mesin biologis Anda jauh sebelum mencoba bangun.

Saat Anda bangun, kortisol meningkat tajam. Kortisol ini yang meningkatkan energi dan motivasi, dan meningkatkan kadar gula darah untuk memberi bahan bakar pada otak dan otot dan membuat Anda bergerak.

“Jauh sebelum waktu bangun alami Anda, hormon kortisol yang memberi energi yang kuat dilepaskan ke dalam darah Anda dalam jumlah yang meningkat,” ujar Farrimond.

Alasan Bangun Tidur Saat Weekend Tak Terasa Segar

Tapi, apabila Anda tidur sampai melewati waktu bangun seperti biasanya alias bangun lebih siang, maka hormon yang biasanya menyegarkan menghilang dengan sia-sia, dan Anda tidak mendapatkan manfaat energinya saat bangun.

“Inilah sebabnya mengapa tidur di akhir pekan benar-benar dapat membuat Anda merasa lebih buruk daripada bangun lebih awal pada hari kerja,” jelas Farrimond.

Ia bilang, kemungkinan yang terjadi ketika orang bangun siang untuk mengganti kurang tidur sebelumnya, kenyataannya hanya mendapatkan kembali setengah dari defisit tidur.

“Yang terbaik adalah pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, sehingga jam tubuh Anda menghadapi pagi dapat secara alami,” saran Farrimond.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel