Raih Emas Olimpiade, Ini Catatan Penting untuk Bulutangkis Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Cabang olahraga bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 telah selesai. Dimulai 24 Juli berakhir pada 2 Agustus 2021.

Indonesia meraih medali emas dan perunggu. Torehan itu diciptakan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri) dan Anthony Sinisuka (tunggal putra).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia, Rionny Mainaky menyaksikan secara langsung laga final di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, pada hari Senin 2 Agustus kemarin.

Rionny mengaku sempat mengalami ketegangan. Ini dikarenakan Greysia/Apriyani menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih di laga final sehingga reputasi bulutangkis Indonesia benar-benar dipertaruhkan di laga tersebut.

"Saya sempat tegang, wajar sebagai manusia biasa. Tapi kembali lagi, doa benar-benar menguatkan saya," kata Rionny dikutip VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI, Rabu 4 Agustus 2021.

"Saya sempat melihat pemanasan mereka, keduanya tampak tegang terutama Apri. Saat masuk lapangan, saya lihat mereka main tenang, akhirnya saya bisa ikut tenang," tambahnya.

Walau berhasil mencapai target, tapi menurut Rionny masih banyak evaluasi yang harus dilakukan.

"Kami akan melakukan evaluasi setelah ini. Kalau dilihat pemain-pemain andalan ada yang tampil kurang maksimal. Saya paham sekali, ini karena beban dan tekanan yang tidak bisa mereka handle. Ke depan kami akan mencari cara untuk bisa mengatasi hal-hal tersebut," papar Rionny.

"Fisik juga menjadi PR penting yang harus dibenahi. Selain kami terus mempersiapkan pemain-pemain muda untuk kepentingan regenerasi," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel