Raissa Anggiani Cerita Soal Sakit Hati

Ichsan Suhendra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Penyanyi muda, Raissa Anggiani sebelumnya menggebrak industri musik Tanah Air lewat lagu If You Could See Me Cryin In My Room yang dinyanyikannya bersama Arash Buana. Lagu tersebut tembus di angka 10 juta dalam pemutaran secara streaming.

Raissa Anggiani tak mau cepat puas diri. Ia meluncurkan Satu Tuju. Kini, Raissa kembali meluncurkan karya lewat Losing Us. Lagu tersebut diciptakan sendiri oleh Raissa.

Lantas seperti apa kisah lagu itu dan cerita di balik proses kreatifnya? Begini cerita Raissa Anggiani.

Lagu itu berkisah mengenai perasaan seorang perempuan terhadap laki-laki yang dicintainya. Hubungan itu awalnya manis dan bahagia, namun berjalannya waktu perempuan tersebut dikecewakan, disakiti dan ditinggalkan oleh lelaki tersebut.

Berkali-kali pula perempuan tersebut memberikan kesempatan untuk cintanya kembali, tapi selalu berakhir dengan rasa sakit. Sampai akhirnya, perempuan tersebut merelakan akhir kisah yang bahagia dan memutuskan untuk melepas orang yang dia pikir selama ini memiliki cinta yang sama besar dengannya.

"Inspirasi lagu ini aku dapat dari melihat banyaknya orang yang pada akhirnya terjebak untuk kembali pada pasangannya yang terus menerus menyakitinya," kata Raissa.

Putri dari aktor Romi Sulastyo tersebut tidak butuh waktu lama dalam membuat Losing Us. Panndemi membuatnya lebih banyak waktu luang dan dimanfaatkan dengan menghasilkan karya.

Raissa punya harapan dalam lagu tersebut. Selain menyusul kesuksesan lagu sebelumnya, Raissa berharap pendengar lagu ini bisa menjaga diri dari hubungan yang tidak sehat.

"Pesan yang ingin ku sampaikan di sini adalah bahwa kita harus bisa rasional dalam menjaga hati dan diri kita. Tidak semuanya bisa dipertaruhkan apalagi jika sampai jatuh ke orang yang salah," ujarnya.