Raja Charles III Jadi Raja Inggris Setelah Ratu Elizabeth Wafat

Merdeka.com - Merdeka.com - Pada saat Ratu Elizabeth II wafat, takhta langsung diserahkan kepada Pangeran Charles, Pangeran dari Wales (Prince of Wales). Penyerahan takhta ini terjadi secara otomatis, tanpa upacara khusus.

Sekarang Charles tidak akan lagi disebut sebagai pangeran, melainkan Raja Charles III. Dia akan menjadi pemimpin Kerajaan Inggris terbaru setelah ibunya, Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9) sore.

Dikutip dari BBC, Jumat (9/9), istri Charles, Camilla, akan mendapat gelar Ibu Ratu (Queen Consort). "Consort" adalah istilah yang digunakan untuk pasangan raja atau ratu.

Charles diperkirakan akan secara resmi diumumkan sebagai Raja pada Sabtu. Ini biasanya dilaksanakan di Istana St James, London, di hadapan Dewan Pengangkatan (Accession Council). Dewan ini beranggotakan Dewan Privy yang berasal dari anggota parlemen senior baik sekarang maupun di masa lalu, pegawai negeri senior, komisaris tinggi Persemakmuran, dan Wali Kota London.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Dewan Privy akan mengumumkan kematian Ratu Elizabeth. Selain itu juga akan disampaikan proklamasi dukungan kepada raja atau ratu yang baru.

Proklamasi ini kemudian akan ditandatangani para tokoh senior termasuk perdana menteri dan Uskup Agung Canterbury.

Untuk prosesi pemasangan mahkota atau penobatan, biasanya tidak akan dilaksanakan dengan cepat karena membutuhkan persiapan. Ratu Elizabeth naik takhta pada Februari 1952 tapi upacara penobatan baru dilaksanakan pada Juni 1953.

Upacara ini biasanya dihadiri para pemimpin dunia dan Raja Charles akan disumpah dan disaksikan seluruh dunia. Dalam upacara ini, Uskup Agung Canterbury akan memasang emas di mahkota sang raja. [pan]