Raja Malaysia Akan Tentukan Anwar Ibrahim atau Muhyiddin Yassin sebagai PM Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Raja Malaysia, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah mengatakan pada Selasa (22/11), dia akan memilih perdana menteri (PM) baru segera setelah dua pesaing utama gagal meraih suara mayoritas. Dua tokoh yang bersaing memperebutkan kursi perdana menteri itu yaitu Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin.

Namun Raja Sultan Abdullah tidak menentukan kapan dia akan menentukan keputusannya, mengingat krisis politik yang berlarut-larut terkait pemilu.

Berdasarkan hasil pemilu pada Sabtu, baik pemimpin oposisi Anwar Ibrahim maupun mantan PM Muhyiddin Yassin tidak berhasil meraup suara mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Pemilu justru memperpanjang instabilitas politik di negara tersebut, yang berisiko menunda berbagai kebijakan yang diperlukan untuk pemulihan ekonomi pascapandemi.

Raja memberikan waktu bagi partai politik sampai pukul 14.00 waktu setempat untuk membentuk koalisi yang diperlukan untuk mencapai kursi mayoritas, seperti dilansir Reuters.

Namun koalisi petahana Barisan Nasional mengatakan pihaknya tidak akan mendukung kandidat manapun. Langkah ini mencegah Anwar Ibrahim dan Muhyiddin mencapai suara mayoritas.

Karena itulah saat ini keputusan akhir tergantung pada raja, yang memainkan peran seremonial tetapi dapat menunjuk siapa pun yang dia yakini akan memimpin mayoritas.

"Biarkan saya yang membuat keputusan segera," jelas raja kepada wartawan di luar istana nasional.

Raja juga meminta warga Malaysia menerima apapu keputusan terkait formasi pemerintahan.

Dalam pernyataan yang dirilis kemudian, istana kerajaan mengatakan tidak ada anggota parlemen yang berhasil mendapatkan suara mayoritas sederhana untuk diangkat sebagai perdana menteri. Istana mengundang Anwar dan Muhyiddin untuk bertemu dengan raja pada pukul 16.30 waktu setempat.

Koalisi progresif Anwar Ibrahim dan koalisi konservatif aliansi Muslim Melayu yang mendukung Muhyiddin mengatakan mereka memiliki dukungan mayoritas, kendati tidak menyebutkan siapa saja pendukung mereka.

Dosen hukum di Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Nik Ahmad Kamal Nik Mahmod mengatakan, pemerintahan minoritas bisa dibentuk atau raja bisa meminta untuk bertemu para anggota parlemen secara individual untuk mendengar pilihan perdana menteri mereka.

"Jika pemerintahan minoritas ditunjuk, adalah tepat bagi pemerintah baru untuk mengajukan mosi percaya ketika parlemen dibuka kembali," jelas Nik Ahmad.

Koalisi Anwar Ibrahim meraih kursi terbanyak pada pemilu hari Sabtu yaitu 82, sedangkan Muhyiddin meraih 73. Mereka memerlukan 112 kursi (mayoritas sederhana) untuk membentuk pemerintahan. [pan]