Raja Malaysia kuatkan pengangkatan PM meski ditentang oposisi

Oleh Joseph Sipalan

KUALA LUMPUR (Reuters) - Raja Malaysia pada Senin mengatakan pengangkatan Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri selama kekacauan tahun ini adalah wajar dan konstitusional, beberapa hari setelah parlemen menunda pemungutan suara terhadap protes oposisi terhadap kepemimpinannya.

Pengangkatan Muhyiddin pada 1 Maret, pada akhir pekan pertengkaran politik yang menyebabkan runtuhnya koalisi berkuasa, ditentang oleh kubu oposisi yang mengatakan Muhyiddin tidak jelas mendapat dukungan mayoritas dari majelis rendah parlemen, Dewan Rakyat, yang total beranggotakan 222 orang.

Ketua majelis rendah pada awalnya menyetujui mosi yang diajukan pendahulu Muhyiddin yang berusia 94 tahun, Mahathir Mohamad, yang meminta mosi tidak percaya kepada Muhyiddin, tetapi pemungutan suara ditunda tanpa batas waktu setelah pemerintah mempersingkat pertemuan Senin sehingga hanya memberikan waktu untuk pidato kerajaan.

"Tentunya, setiap kontes akan ada ujungnya. Perselisihan politik negara itu tidak bisa terus dibiarkan berlangsung tanpa akhir," kata Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dalam pidatonya yang disiarkan langsung di televisi nasional.

"Oleh karena itu ... sesuai dengan ketentuan Konstitusi Federal, saya menyimpulkan Tan Sri Muhyiddin Yassin mendapat dukungan mayoritas dari anggota Dewan Rakyat dan memenuhi syarat untuk diangkat sebagai perdana menteri kedelapan," kata sang raja.

Peran raja umumnya bersifat seremonial dan pengesahannya atas pengangkatan Muhyiddin tidak akan mempengaruhi pemilihan dia di parlemen.

Pertemuan satu hari Senin itu adalah pertama kalinya parlemen mengadakan pertemuan tahun ini. Sesi berikutnya dijadwalkan pada 13 Juli sampai 27 Agustus.

Pada Februari, perdana menteri veteran Mahathir mengundurkan diri dari jabatannya ketika koalisinya runtuh.

Muhyiddin, yang pernah menjabat menteri dalam negeri di bawah pemerintahan Mahathir, mendadak dilantik 1 Maret sebagai kepala pemerintahan yang dibentuk atas dukungan partai berkuasa lama, yang dinodai oleh tuduhan korupsi dan dikalahkan oleh koalisi multi-etnis dalam pemilu terakhir pada 2018.

Muhyiddin berfokus kepada pengelolaan krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona baru.

Malaysia, yang memberlakukan pembatasan pada pergerakan dan bisnis sejak pertengahan Maret, telah melaporkan 6.894 kasus virus dan 113 kematian.


(Laporan Joseph Sipalan)