Raja Salman Izinkan Salat Tarawih di Masjidil Haram, Ini Syaratnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Riyadh - Kementerian Haji dan Umrah di Arab Saudi memberikan izin untuk salat tarawih di dua masjid suci. Salah satu syaratnya adalah harus mendapatkan satu dosis vaksin COVID-19.

Dilansir Arab News, Selasa (13/4/2021), warga harus mendapatkan izin melalui aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna. Individu yang belum mendapat vaksin COVID-19 tak akan mendapatkan izin.

Kendaraan yang mau masuk wilayah pusat Mekah juga harus mendapatkan izin. Jemaah harus datang tepat waktu atau akan kehilangan kuotanya.

Anak-anak tidak boleh masuk ke Masjidil Haram dan Masjid Nawabi. Mereka juga tak boleh berada di pekarangan masjid.

Denda

Warga Saudi dan warga asing mengelilingi Ka'bah (tawaf) saat melaksanakan umrah di kompleks Masjidil Haram, kota suci Makkah, Minggu (4/10/2020). Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah kembali mulai Minggu (4/10) setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena pandemi COVID-19. (AFP)
Warga Saudi dan warga asing mengelilingi Ka'bah (tawaf) saat melaksanakan umrah di kompleks Masjidil Haram, kota suci Makkah, Minggu (4/10/2020). Pemerintah Arab Saudi mengizinkan umrah kembali mulai Minggu (4/10) setelah sekitar tujuh bulan ditangguhkan karena pandemi COVID-19. (AFP)

Warga yang masuk masjid tanpa mendapatkan izin bisa kena denda 1.000 riyal (Rp 3,9 juta).

Durasi tarawih dan qiyam di Arab Saudi tak boleh melebihi 30 menit di semua masjid di kerajaan.

Sama seperti tahun lalu, tarawih dibatasi lima taslimat atau 10 rakaat.

Umrah juga diizinkan di Arab Saudi dengan persyaratan ketat. Bila ada orang yang nekat untuk umrah tanpa izin, maka ia bisa didenda 10 ribu riyal (Rp 39 juta).

(1 riyal: Rp 3.900)

Infografis COVID-19:

Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis 9 Tips Lansia Tetap Sehat Bebas Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut: