Raja Thailand dan Selir Kerajaan Sapu Penjara Bangkok Jadi Sorotan, Ini Alasannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Bangkok - Aksi Raja Thailand Maha Vajiralongkorn menyapu lantai penjara Lard Yao di Bangkok bersama selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi (35) belum lama ini menjadi sorotan.

Aktivitas raja yang juga dikenal sebagai Rama X ini ternyata merupakan publisitas Raja Thailand untuk pertunjukan ThaiPBS di penjara Bangkok.

Dikutip dari Daily Mail Kamis (14/1/2021), permaisuri kerajaan Thailand Sineenat Wongvajirapakdi pernah dicopot dari semua gelarnya pada 2019 lalu. Ia lalu dijebloskan ke penjara penjara Lard Yao. Penjara yang sama dengan yang ia bersihkan dengan raja sekarang.

Saat itu, Sineenat dituduh mencoba merendahkan istri resmi Raja Thailand, Ratu Suditha.

Ia kemudian keluar dari penjara pada Agustus 2020 lalu. Sineenat bebas tanpa noda kesalahan. Seluruh gelarnya pun dipulihkan Raja Thailand.

Skandal Sineenat Ketika Dalam Penjara

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan mantan selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi (Royal Thai Photo)
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan mantan selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi (Royal Thai Photo)

Penjara Lard Yao juga sering dikenal dengan Bangkok Hilton. Nama tersebut diambil dari serial TV yang memperlihatkan kengerian penjara Thailand tersebut.

Bangkok Hilton dianggap sebagai salah satu penjara terberat di dunia, karena kondisi yang terlalu padat dan sulitnya di dalam sana.

Saat ini, penjara tersebut adalah rumah dari 20.000 narapidana.

Dari 20.000 narapidana tersebut, banyak yang berakhir di penjara karena mereka melanggar undang-undang yang ketat tentang kesetiaan terhadap raja.

Dalam dokumenter terbaru, raja terlihat membersihkan dan membantu para tahanan yang dibebaskan lebih awal dan direhabilitasi melalui kerja keras.

Penampilan Sineenat di acara itu muncul setelah dia secara dramatis disambut kembali ke kerajaan dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak hanya pada dokumenter ini Sineenat jadi sorotan, ia juga muncul sebagai berita utama selama Natal ketika seorang aktivis Thailand membocorkan 1.400 foto dirinya, termasuk foto ia sedang telanjang.

Pavin Chachavalpongpun, seorang kritikus kerajaan ternama yang berbasis di Jepang, mencurigai bahwa gambar-gambar itu dikirim oleh saingan Sineenat yang mungkin saja sekutu dari Ratu Suthida agar Sineenat tidak kembali lagi ke istana.

Selir Sineenat Menjadi Alat Publikasi Bagi Raja Thailand

Sejumlah bebek karet muncul di tengah aksi demo Thailand pada 17 November 2020. (MLADEN ANTONOV / AFP)
Sejumlah bebek karet muncul di tengah aksi demo Thailand pada 17 November 2020. (MLADEN ANTONOV / AFP)

Tidak hanya mencurigai, Pavin mengatakan kepada MailOnline bahwa ia secara anonim mengirim gambar-gambar tersebut menggunakan SD card pada Agustus, lengkap dengan surat yang mengklaim bahwa gambar-gambar tersebut diretas dari telepon Sineenat saat ia sedang di penjara.

Pavin mengatakan dia telah membagikan beberapa foto untuk 'menunjukkan sisi lain dari monarki Thailand'.

Beberapa gambar menunjukkan permaisuri telanjang, tetapi Pavin memilih untuk tidak mempublikasikan foto-foto ini. Sejumlah foto menunjukkan dia memamerkan ketiaknya yang belum dicukur - meskipun tidak jelas mengapa.

Foto yang sama, tampaknya diambil antara tahun 2012 dan 2014, juga dikirim ke kritikus kerajaan lainnya di luar Thailand.

Sejarah Pemberian Gelar Permaisuri Kerajaan Sineenat

Sineenat Wongvajirapakdi, mantan pengawal kerjaan itu diberikan gelar permaisuri pada ulang tahun ke-67 Raja Thailand, Juli tahun 2020 lalu.

Hal tersebut merupakan yang pertama dalam hampir satu abad, seorang raja memiliki seorang permaisuri secara resmi, setelah ia menikahi istri keempatnya, Ratu Suthida, pada awal tahun 2019.

Baik Ratu Suthida (42) dan Sineenat telah menjabat sebagai perwira senior di unit keamanan istana.

Namun, kurang dari tiga bulan setelah menjadikan Sineenat sebagai permaisuri kerajaan, raja mengeluarkan perintah untuk membatalkan pengangkatannya. Alasan dari pembatalan tersebut adalah karena Sineenat dituduh melakukan kesalahan dengan melakukan upaya-upaya, untuk membatalkan penunjukan Suthida sebagai ratu dengan mempromosikan dirinya sendiri.

Semua itu terjadi dalam periode yang tegang dalam politik Thailand, di mana Thailand telah menyaksikan sejumlah demonstrasi besar-besaran yang menuntut reformasi monarki.

Setelah kembali ke istana, Sineenat sekarang dilihat sebagai 'alat publisitas' bagi Raja untuk membantu mendapatkan popularitas. Ia juga sering bertemu dengan pendukung monarki.

Dua bulan sebelum kejatuhannya, situs web istana merilis sejumlah foto dirinya bersama raja. Dari terjun payung sampai foto-foto berpegangan tangan bersama raja, foto yang sangat intim untuk anggota keluarga kerajaan.

Suthida sebelumnya adalah pramugari Thai Airways, sedangkan Sineenat adalah perawat tentara.

Raja Thailand yang berusia 68 tahun itu memiliki tujuh anak dari tiga pernikahan sebelumnya, yang semuanya berakhir dengan perceraian.

Saksikan Juga Video Ini: