Rajai survei

MERDEKA.COM. Saban survei adalah Jokowi. Namanya selalu di posisi puncak dalam tiap hasil jajak pendapat soal calon presiden 2014. Sepanjang tahun ini ada 13 survei.

Ada tiga hasil jajak pendapat tidak memasukkan nama Jokowi, yakni Lembaga Survei Jakarta dirilis 28 Maret, Lembaga Klimatologi Politik pada 28 April, dan lansiran Lembaga Survei Nasional pada 16 Juli. Mereka Jokowi bukan tokoh elite dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

1 Rilis survei paling awal dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) pada 6 Februari 2013. Jajak pendapat ini melibatkan 1.200 responden di 30 provinsi pada 3-18 Januari 2013 dengan tingkat kesalahan 2,8 persen.

Hasilnya, Jokowi menang dengan sokongan suara 21,2 persen. Disusul Prabowo Subianto (18,4 persen), Megawati Soekarnoputeri (13,0 persen), Rhoma Irama (10,4 persen), Aburizal Bakrie (9,3 persen) Jusuf Kalla (7,8 persen), Wiranto (3,5 persen), Mahfud MD (2,8 persen), Dahlan Iskan (2,0 persen), Surya Paloh (1,3 persen), Hatta Rajasa (1,2 persen), Chairul Tanjung (0,4 persen), dan Djoko Suyanto (0,3 persen).

2 Dua pekan kemudian, 19 Februari 2013, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) melansir tingkat keterpilihan calon presiden. Survei dilakukan pada 9-15 Februari 2013 ini melibatkan 1.225 orang di 33 provinsi dengan tingkat kesalahan 2,8 persen.

Jokowi juga unggul dengan 18,1 persen suara. Kemudian menyusul Prabowo Subianto (10,9 persen), Wiranto (9,8 persen), Jusuf Kalla (8,9 persen), Aburizal Bakrie (8,7 persen), dan Megawati Soekarnoputeri (7,2 persen).

3 Pada 17 Maret lalu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengumumkan hasil survei mereka tanpa memasukkan Jokowi, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD. Jajak pendapat pada 1-8 Maret ini melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kesalahan 2,9 persen.

Hasilnya, ada tiga kandidat terkuat: Megawati Soekarnoputeri (20,7 persen), Aburizal Bakrie (20,3 persen), dan Prabowo Subianto (19,2 persen).

4 Untuk kedua kali, Lembaga Survei Jakarta (LSJ) melansir hasil survei pada 28 Maret 2013. Poling melibatkan 1.225 reposnden di 33 provinsi ini berlangsung pada 4 Februari-16 Maret 2013 dan dengan tingkat kesalahan 2,8 persen. Jokowi juga tidak dimasukkan.

Survei LSJ saat itu menempatkan Rhoma Irama (89,9 persen) sebagai capres alternatif paling populer. Terus ada Dahlan Iskan (65,3 persen) dan Mahfud MD (63,2 persen).

5 Nama Jokowi kembali tidak muncul dalam rilis survei oleh Lembaga Klimatologi Politik (LKP) pada 28 April lalu. Prabowo memimpin dengan perolehan suara 19,8 persen, disusul Wiranto (15,4 persen0, dan Megawati Soekarnoputeri (13,3 persen).

6 Setelah tiga kali berturut-turut nama Jokowi hilang dari lansiran tiga lembaga survei, Media Survei Nasional (Median) pada 17 Mei lalu menempatkan Jokowi sebagai calon presiden paling populer. Dia meraup dukungan 92 persen, diikuti Jusuf Kalla (91,8 persen) dan Megawati Soekarnoputeri (91,3 persen).

7 Dengan metode berbeda, Pol-Tracking Institute menguatkan Jokowi sebagai pemimpin daerah paling berpotensi menjadi presiden. Survei ini membandingkan dan menilai pemimpin atau mantan pemimpin daerah.

Jokowi mendapatkan skor tertinggi (82,45 persen), dibuntuti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani (76,33 persen) dan mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad (70,38 persen).

8 Hasil survei dilansir Centre for Strategic and International Studies (CSIS) juga memenangkan Jokowi dengan 28,6 persen dukungan. Kemudian Prabowo Subianto (15,6 persen), Aburizal Bakrie (7 persen), Megawati Soekarnoputeri (5,4 persen), Jusuf Kalla (3,7 persen), Mahfud MD (2,4 persen, dan Hatta Rajasa (2,2 persen).
"Sebanyak 28 persen responden belum menentukan pilihan, kata Philips Vermonte, Kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS.

9 Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggembirakan pendukung Jokowi. Dalam rilis survei pada 27 Juni lalu, Jokowi mendapatkan 22,6 persensokongan. Jauh meninggalkan Prabowo Subianto(14,2 persen), Aburizal Bakrie (9,4 persen), Megawati Soekarnoputeri (9,3 persen), dan Jusuf Kalla (4,2 persen).

10 Indonesia Research Centre (IRC) juga melambungkan nama Jokowi dalam hasil survei dilansir 28 Juni lalu. Jokowi memperoleh 24,8 persen suara, disusul Prabowo Subianto (14,8 persen), Aburizal Bakrie (7,9 persen), dan Megawati Soekarnoputeri (5,5 persen).

11 Nama Jokowi kembali hilang dari survei dirilis Lembaga Survei Nasional 16 Juli lalu. Hasilnya, Prabowo Subianto memimpin dengan (22,7 persen) disusul Aburizal Bakrie (16,3 persen), dan Wiranto (13,2 persen).

12 Di saat sama, Indonesia Research Centre (IRC) juga mengumumkan hasil jajak pendapat mereka. Jokowi meraup 34,2 persen, diikuti Prabowo Subianto (8,2 persen), Wiranto (6,7 persen), Dahlan Iskan (6,3 persen), Megawati Soekarnoputeri (6,1 persen), Jusuf Kalla (3,7 persen), Aburizal Bakrie (3,2 persen), dan Mahfud MD (2,8 persen).

13 Terakhir adalah hasil survei dilansir Pusat Data Bersama (PDB) pada 17 Juli lalu. Jokowi menang dengan 29,56 persen, dikuntit Prabowo Subianto (19,83 persen), dan Megawati Soekarnoputeri (13,08 persen).

Kerap merajai survei barangkali membuat Jokowi berpikir untuk tampil di pentas nasional.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.