Rakyat Korea Selatan menaruh harap pada Megawati soal perdamaian

Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Olly Dondokambey mengatakan rakyat Korea Selatan menaruh harapan kepada Megawati Soekarnoputri menyangkut isu perdamaian dan penyatuan Korea Selatan dan Korea Utara.

"Mudah-mudahan apa yang disampaikan Ibu Mega menjadi kenyataan, apa pun, kami harus dukung persatuan Korea," kata Olly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Olly, yang turut mendampingi Megawati ke Seoul, menambahkan perlakuan hormat rakyat dan pimpinan negeri ginseng terhadap Presiden ke-5 RI tersebut merupakan sinyal jelas bagaimana mereka menaruh harap cukup tinggi kepada Megawati, khususnya terkait perdamaian.

Gubernur Sulawesi Utara itu pun mengaku bangga bisa turut mendampingi Megawati menerima gelar kehormatan tertinggi dari Seoul Institute of the Arts (SIA).

"Kami merasa bangga bisa mendampingi Ibu Mega dalam perjalanan perdana menghadiri pelantikan Presiden Korsel yang baru, acara rapat bilateral, dan penganugerahan profesor kehormatan di bidang seni untuk Ibu Mega. Tentu ini sangat membanggakan," kata Olly di Seoul.

Dia menceritakan, dalam pidatonya, Megawati secara aktif mempromosikan Sulawesi Utara sebagai daerah destinasi investasi yang potensial bagi Korea Selatan. Megawati pun menyampaikan langsung hal itu kepada Presiden Yoon Suk Yeol dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Rabu, katanya.

"Saya berterima kasih bisa mendampingi Ibu Mega dan bisa bertatap muka langsung dengan Presiden Korsel; dan kami mengajak Korsel berinvestasi di Provinsi Sulut. Ibu Mega menyampaikan secara langsung bahwa 'saya didampingi Gubernur Sulut dan salah satu pengurus di partai saya'. Provinsi Sulut ini sangat baik dan paling dekat ke Korea, jadi investasi sangat baik dilakukan Korsel di Sulut," jelasnya.

Baca juga: Megawati: Gelar profesor kehormatan tertinggi dari SIA sangat berarti

Dalam pertemuan itu, menurut dia, Presiden Yoon berterima kasih kepada Megawati atas perhatian dan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Korea Selatan selama ini.

"Mereka sangat berterima kasih karena sambutan Indonesia sangat baik terhadap Korea. Begitu juga Ibu Mega, berterima kasih karena kepercayaan pemerintah dan pengusaha Korea mau berinvestasi di Indonesia. Harapannya investasi ditingkatkan," katanya.

Sementara itu, dalam rilis yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang kelautan, perikanan, dan nelayan Rokhmin Dahuri mengatakan gelar kehormatan tertinggi untuk Megawati merupakan bukti bahwa kepemimpinan Megawati dinilai strategis.

"Seoul Institute of the Arts itu the best university di Korea di bidang fine arts, ekonomi kreatif; kalau tidak salah di dunia ranking 20. Jadi, ini perguruan tinggi yang bukan ecek-ecek, tetapi yang prestisius di negara itu," kata Rokhmin.

Baca juga: Ketua MPR bangga atas gelar profesor kehormatan Megawati Soekarnoputri

Selain itu, sahabat Megawati, yang merupakan perancang busana ternama, Samuel Wattimena mengatakan putri Soekarno itu memang pantas menerima berbagai penghargaan.

Sebagai pemimpin parpol terbesar di Indonesia, Megawati membawa PDI Perjuangan ikut mencari solusi permasalahan bangsa, baik soal stunting, bantaran sungai, maupun memasak tanpa minyak goreng.

"Timbul pertanyaan, kok sebagai parpol ngurusing bantaran sungai, makanan, dan lain-lain? Di situ Ibu Megawati justru bilang 'politik ini harus mencakup life style atau berbagai segi kehidupan'. Politik bukan hanya kekuasaan. Kekuasaan berhubungan dengan rakyat. Yang berhubungan dengan rakyat itu apa? Makanan, keseharian, gaya hidup. Buntutnya, politik untuk rakyat. Jadi, lebih luasnya adalah Ibu Megawati bukan hanya berbicara, namun mempraktikkan seni bagian dari kebudayaan dan kehidupan rakyat," menurut Samuel.


Baca juga: Megawati: Spirit kebudayaan jadi kunci perdamaian di Semenanjung Korea
Baca juga: Megawati dapat gelar profesor kehormatan tertinggi dari SIA Korsel

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel