Rama targetkan premi asuransi otomotif capai Rp50 miliar tahun ini

PT. Asuransi Rama Satria Wibawa (Rama) menargetkan total pendapatan premi atau Gross Written Premium (GWP) untuk segmen asuransi otomotif mencapai Rp50 miliar pada tahun ini.

Chief Commercial Officer Rama Ricky Natapradja mengatakan telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan otomotif agar segmen ini dapat tumbuh lebih cepat pada sisa tahun ini.

"Kita akan tumbuh, tapi kita skyable dengan membidik yang bagus dan sustainable bagi nasabah kita," ujar Ricky dalam Asuransi Rama 44th Celebrating Anniversary di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan fokus ke asuransi otomotif dikarenakan dari sisi risiko segmen ini masuk dalam kategori low medium risk. Dengan itu, Ia berharap segmen ini dapat menstabilkan portofolio perseroan dan menjadi pemicu pertumbuhan perusahaan ke depan.

"Ke depan jasa asuransi otomotif bersama properti dapat menjadi build up untuk portofolio perusahaan, " ujar Ricky.

Ia menyebut pihaknya juga baru saja meluncurkan asuransi untuk kendaraan listrik dengan menjalin kerja sama bersama Hyundai Motor Company.

Lalu, pihaknya juga baru saja menjalin perjanjian kerja sama dengan PT Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal) dan PT Anugrah Atma Adiguna Insurance Brokers (AAA).

Ia mengatakan kerja sama ini untuk meningkatkan literasi asuransi dan kesadaran masyarakat dalam berasuransi agar aset otomotif terlindungi dari risiko kerugian.

Selain itu, pihaknya juga baru saja meluncurkan platform digital mytokoto, yakni website yang lebih mengenalkan nasabah dengan asuransi otomotif, sekaligus memudahkan mereka dalam melakukan transaksi.

Ia menjelaskan asuransi otomotif yang diberikan oleh Rama dapat melindungi kendaraan dari kerugian yang terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, pencurian maupun bencana alam.

Selain segmen asuransi otomotif, Ia menyebut segmen asuransi properti dan angkutan cargo juga menjadi andalan perseroan sepanjang tahun ini.

Ia menyebut segmentasi untuk saat ini, meliputi 60 persen asuransi otomotif, 20 persen asuransi properti, dan 20 persen asuransi angkutan cargo. Ia menargetkan total pendapatan premi perseroan untuk semua segmen mencapai Rp100 triliun pada tahun 2022 ini.