Ramadan di Crystal Palace: Saat 3 Pesepak Bola Muslim Salat di Rumah Christian Benteke

·Bacaan 2 menit

Bola.com, London - Toleransi beragama di Crystal Palace patut dimaknai lebih. Cheikhou Kouyate, satu dari tiga pesepak bola Muslim di klub London tersebut, bercerita tentang pengalamannya menjalankan Ramadan saat pandemi virus corona dan mengisahkan kebiasaan Salat di kediaman Christian Benteke yang beragama Kristen.

Cheikhou Kouyate dikenal sebagai gelandang Muslim yang sangat taat. Tak jarang ia mengekspresikan keislamannya lewat media sosial. Tagar Alhamdoulila sering ia bubuhkan pada akhir caption.

Menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan selama masa pandemi ternyata memberikan Kouyate, Mamadou Sakho, dan Jordan Ayew sebuah pengalaman baru. Apalagi ritual tersebut dilaksanakan di Inggris.

Mereka beruntung di Crystal Palace ada Dr. Zafar Iqbal, dokter tim yang sempat bekerja di Liverpool. Sama seperti Kouyate, ia pun beragama Islam.

"Pertanyaan yang sering ditanyakan pemain adalah, 'Apa? Tidak boleh minum juga?'" kata pria yang akrab disapa Dr. Zaf itu.

Saat mendengar jawaban Dr. Zaf, tentu para pemain tak menyangka karena sepak bola adalah olahraga yang menuntut fisik prima. Mental juga punya pengaruh besar saat stamina tak menunjang.

"Tergantung bagaimana Anda saja. Ini soal mental. Kalau Anda merasa berpuasa bikin semuanya berat, ya bakal berat. Padahal sebetulnya yang paling sulit adalah berpuasa saat pramusim," kata Cheikhou Kouyate melanjutkan.

Makna Ramadan

Striker Crystal Palace, Christian Benteke (kiri) melepaskan sundulan ke gawang Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 di Emirates Stadium, Kamis (14/1/2021). Crystal Palace bermain imbang 0-0 dengan Arsenal. (AFP/Julian Finney/Pool)
Striker Crystal Palace, Christian Benteke (kiri) melepaskan sundulan ke gawang Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 di Emirates Stadium, Kamis (14/1/2021). Crystal Palace bermain imbang 0-0 dengan Arsenal. (AFP/Julian Finney/Pool)

Kouyate, gelandang asal Senegal yang pernah merumput di West Ham lalu menjelaskan apa makna Ramadan. Menurutnya, bulan suci ini bukan soal menahan lapar dan haus, tapi ibadah untuk mendekatkan diri dengan Tuhan.

"Kami jadi dekat dengan Tuhan karena apa yang kami lakukan adalah ibadah. Kami jadi lebih rajin berdoa, membaca Alquran. Biasanya itu dilakukan bersama keluarga," kata Kouyate lagi.

Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung membuat beberapa ritual ibadah selama Ramadan semakin sulit. Doa kelompok sering dilakukan di masjid setiap hari di bulan Ramadan, yang memberikan rasa kebersamaan. Biasanya, Kouyate bahkan membagikan ini dengan pemain Palace lainnya.

"Setelah latihan kami pergi ke rumahnya (Christian Benteke). Dia melakukan Ramadan dengan saya, Mama (Sakho) dan Jordan Ayew. Dan dia berdoa bersama kita di malam hari. Ya, itu sangat, sangat bagus. Ini pengalaman yang sangat bagus."

Akhir bulan Ramadhan dirayakan dengan Idul Fitri. Biasanya Idul Fitri dihabiskan bersama teman dan keluarga, meski tahun ini akan berbeda karena pembatasan sosial.

"Tapi mungkin bulan ini tidak akan sama. Idul Fitri adalah sesuatu yang dilakukan bersama, nikmati waktu, semuanya positif, ini seperti momen besar untuk semua. Ini sangat, sangat bagus, ini bulan yang luar biasa bagi kami."

Sumber: Crystal Palace

Video