Ramadan, Pengangkut 200 Ribu Motor Disiapkan

TEMPO.CO , Jakarta: Kementerian Perhubungan menyatakan telah menyiapkan angkutan darat, kereta api, serta kapal untuk mengangkut total 216.705 motor para pemudik Lebaran. "Untuk transportasi darat, dapat diangkut 20 ribu unit sepeda motor dengan 40 ribu penumpang," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan kepada Tempo, Sabtu, 22 Juni 2013.

Ia merinci, transportasi darat perlu biaya Rp 1,4 juta untuk mengangkut satu sepeda motor dengan dua penumpang. Total anggaran angkutan motor untuk trasportasi darat masa mudik Lebaran mendatang sebesar Rp 28 miliar.

Sementara itu, kata Bambang, untuk mengangkut sepeda motor menggunakan kereta api, dibutuhkan Rp 250 ribu per unit serta biaya operasi pengembalian kereta Rp 200 ribu per unit. Sehingga untuk mengangkut satu sepeda motor menggunakan kereta api, perlu biaya Rp 450 ribu per unit.

Bambang menuturkan, dengan total anggaran Rp 68,607 miliar, sebanyak 152.905 sepeda motor dapat diangkut. Sedangkan dengan menggunakan transportasi laut, jumlah sepeda motor yang dapat diangkut sebanyak 23.800 unit dan 47.600 penumpang. "Dengan kebutuhan biaya Rp 30,315 miliar," ucapnya.

Bambang mengungkapkan, total anggaran untuk mengangkut sepeda motor dengan menggunakan transportasi darat, kereta api, dan laut sebesar Rp 127,12 miliar. Menurut Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik dengan sepeda motor diprediksi meningkat.

Pada 2012, tercatat ada 2.799.134 sepeda motor yang digunakan untuk mudik. Untuk mudik Lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi kenaikan 8,15 persen menjadi 3.027.263 sepeda motor.

MARIA YUNIAR

Topik Terhangat

HUT Jakarta | Ribut Kabut Asap | Koalisi dan PKS | Demo BBM

Berita Terpopuler

Keributan Warnai Antrean di SPBU Sentul

BBM Naik, Empat Titik Rawan Dipantau

Antri Panjang, SPBU Depok Batasi Isi Rp 100 Ribu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.