Ramadhan pada Masa Nabi SAW

Eko Priliawito

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Dalam sejarah diketahui bahwa Nabi SAW tinggal sepuluh tahun saja di Madinah. Syaikh Nawawi Banten menulis dalam al-Tsimar al-Yani’ah fi al-Riyadh al-Badi’ah bahwa Nabi SAW melaksanakan ibadah puasa sebanyak sembilan kali. Ibadah puasa itu sendiri disyariatkan Allah SWT pada tahun kedua Hijrah.

Namun dalam kurun sembilan tahun berpuasa tersebut, Nabi SAW telah menorehkan tinta emas sejarah yang tidak akan terlupakan. “Nabi SAW melewati bulan suci Ramadhan dengan mengobarkan semangat dakwah dan perlawanan terhadap kezaliman dalam sejumlah pergolakan. Bagi Nabi SAW,  Ramadhan adalah bulan pergerakan,” kata Pengasuh Ponpes Darul Akhyar Parungbingung, Depok, Dr KH Syamsul Yakin MA dalam rilis yang dterima Republika.co.id.

Ia lalu mengutip Wahbah al-Zuhaili dalam al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu mencatat sejumlah peristiwa heroik yang dialami Nabi SAW dan para sahabat pada bulan Ramadhan.

Pertama, Perang Badar yang   terjadi pada 17 Ramadhan tahun 2 Hijrah. “Menurut Ibnu Abbas, seperti dikutip Wahbah al-Zuhaili, Perang Badar terjadi pada hari Jumat,” ujarnya.

Perang Badar yang dimenangkan kaum Muslimin ini diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Ali Imran/3: 123).

Dosen FIDIK UIN Jakarta itu  mengutip pengarang Tafsir Jalalain, Badar adalah nama suatu tempat yang terletak antara Mekkah dan Madinah. Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan kaum Muslim untuk bersyukur. Karena dengan jumlah dan persenjataan yang sedikit mereka mampu mengalahkan musuh. "Inilah nikmat yang Allah SWT anugerahkan di bulan Ramadhan," ujarnya.

Kedua, Fathu Mekkah atau penaklukan Mekkah yang gilang-gemilang yang terjadi pada hari Jumat 20 Ramadhan tahun 8 Hijrah. Ada yang mengatakan 21 Ramadhan tahun 8 Hijrah. Kemenangan penting ini diungkap Alquran, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. al-Fath/48: 1).

Ketiga, beberapa hari setelah Fathu Mekkah, tepatnya pada 25 Ramadhan tahun 8 Hijrah, Khalid bin Walid menghancurkan rumah berhala Uzza di Nakhlah. “Menurut Wahbah al-Zuhaili, Nabi SAW juga mengirimkan pasukan kecil untuk menghancurkan semua berhala. Nakhlah adalah satu tempat yang berjarak 13 kilometer dari Mekkah,” tuturnya.

Keempat, Imam Ibnu Katsir  dalam al-Bidayah wa al-Nihayah,  mencatat bahwa pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijrah terjadi penghancuran berhala Lata yang disembah oleh suku Tsaqif di Thaif. “Hal ini dilakukan setelah  utusan suku Tsaqif  menghadap Rasulullah SAW untuk masuk Islam,” paparnya.

Kelima, pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijrah ini juga, tulis Wahbah al-Zuhaili, terjadi Perang Qadisiyah, Perang Buwaib, dan penaklukan Pulau Rhodes. Pulau Rhodes terletak di Yunani, sekitar 3.427,7 kilometer dari Mekah. Sejarah juga mencatat sebagian perang Tabuk terjadi pada tahun ini. Jarak dari Mekah ke Tabuk adalah sekitar 1.063,9 kilometer. 

Keenam, gerakan dakwah terus berlanjut hingga ke Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijrah. “Dalam catatan Wahbah al-Zuhaili, Rasulullah SAW mengirim delegasi yang dipimpin oleh  Ali bin Abi Thalib beserta pasukan kecil ke Yaman untuk membawa surat beliau bagi penduduk Yaman. Jarak dari Mekah ke Yaman adalah sekitar 1.119 kilometer,” tuturnya.