Ramah Lingkungan, Gedung Perkantoran Ini Raih Penghargaan Amerika

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat ini, gedung perkantoran menjadi tempat yang krusial untuk penyebaran virus corona atau COVID-19. Maka dari itu, seluruh penghuninya harus menjaga kebersihan dan sejumlah protokol kesehatan lain untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

Salah satu yang sudah menerapkannya adalah FARPOINT, Sequis Tower Jakarta. Gedung perkantoran ini mengedepankan visi lingkungan kerja berkelanjutan yang ramah lingkungan, serta aman bagi operasi bisnis di tengah tantangan pandemi global.

Bahkan, upaya yang dilakukan telah mendapat pengakuan internasional lewat berbagai penghargaan bergengsi, termasuk American Institute of Architects International Region Awards 2020.

Untuk penghargaan ini, Sequis Tower unggul dalam dua kategori, yaitu Design Award berkat desain bangunannya yang berkualitas tinggi, efisien, serta berfokus pada manusia.

Kategori kedua ialah Sustainability Award, berkat visinya yang terdepan terhadap lingkungan, serta menjadi salah satu bangunan pertama di Indonesia yang tersertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) Platinum. Sequis Tower juga meraih MIPIM Asia Award 2020.

Dirancang oleh Kohn Pedersen Fox Associates (KPF), gedung ini mengoptimalkan efisiensi bangunan serta kinerja yang ramah lingkungan untuk bisnis dan penyewa gedung. Dilengkapi dengan arsitektur dan teknologi berkelanjutan, gedung ini mampu mengintegrasikan praktik berkelanjutan yang membawa manfaat bagi bisnis dan operasi.

"Kami menghadirkan inovasi ramah lingkungan di pusat kota, di antaranya lewat kehadiran ruang publik di area bangunan, serta pemanfaatan arsitektur dengan skala dan tekstur yang didesain untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan," ujar Robert C. Whitlock, AIA, Kepala KPF, lewat rilis yang diterima VIVA, Selasa 30 Maret 2021.

Robert menambahkan, gedung ini dilengkapi fitur yang melindungi kesehatan, hemat biaya, serta berkinerja 36 persen lebih baik dibandingkan desain bangunan standar.

"Dalam menciptakan desainnya, kami juga menghadirkan definisi baru gedung perkantoran serta pusat bisnis di jantung kota Jakarta, dengan menetapkan standar baru untuk desain berkelanjutan di Indonesia," kata dia.

Bangunan hijau ini juga turut berkontribusi terhadap pencegahan dan pengendalian COVID-19, dengan berbagai inovasi seperti deteksi suhu menggunakan teknologi AI, sinar UV-C untuk membersihkan udara, serta pemasangan filter HEPA di elevator untuk membantu mencegah penularan COVID-19.

"Fasad bangunan dibuat berlapis ganda untuk mengontrol panas matahari, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat dan efisien. Selain itu, bangunan ini juga memberlakukan pintu masuk tanpa kontak, sehingga membatasi penyebaran COVID-19, sekaligus menghemat energi dengan memastikan pintu tetap tertutup," ungkap Robert C. Whitlock.