Ramai Babi Ngepet Tertangkap, Ini Penjelasan Buya Yahya

Donny Adhiyasa, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Baru-baru ini, ramai ada penampakan seekor babi yang ditangkap warga di wilayah Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Kasus ini menyedot perhatian publik lantaran babi tersebut dipercaya sebagai babi jadi-jadian alias babi ngepet. Lalu, benarkah babi ngepet itu ada? Bagaimana pandangan Islam tentang jenis pesugihan ini?

Pendakwah, Buya Yahya, mengatakan bahwa alam ghaib setan, jin atau iblis memang ada. Namun bagi orang-orang yang berurusan dengan mereka, termasuk pesugihan, Buya Yahya menegaskan itu adalah bentuk kesyirikan.

"Itu hukumnya haram dan masuk pada syirik. Memang setan bisa menjelma menjadi apa saja. Kalau kita memercayai pohon beringin ada sesuatunya, ya ada beneran. Karena setan ingin mengeluarkan dirimu dari wilayah iman," ujarnya dalam konten video yang diunggah channel YouTube Al-Bahjah TV dikutip VIVA, Rabu 28 April 2021.

Lebih lanjut Buya mengatakan, jika kita punya iman harusnya tidak boleh terpengaruh dengan hal semacam ini.

"Gak ada hantu gentayangan, gak ada orang jadi tumbal Nyi Roro Kidul. Jadi gak ada, Nyi Roro Kidul adalah khayalan," jelas Buya Yahya dalam konten bertajuk “Pesugihan Dalam Pandangan Syariat Islam”.

Buya pun turut memberikan contoh jenis pesugihan lain, termasuk kera putih dan tuyul. Lalu, termasuk ke dalam apa kedua pesugihan yang disebutkan itu?

"Itu semua adalah satu, setan, jin, yang bisa menjelma macem-macem. Tapi Anda tidak usah ragu, Anda punya iman. Anak Anda gak akan dijadikan tumbal lalu diperbudak. Ini gak bener jadi tidak usah meyakini," tegas dia.

Buya mengatakan, bukan berarti kita tidak boleh memercayai adanya setan. Penceramah itu tidak memungkiri bahwa setan memang benar-benar ada dan bisa menjelma menjadi apa saja.

"Tapi ketahuilah jangan masuk wilayah dunia iblis prasangka buruk. Mengatakan si Pulan punya tuyul, Nyi Blorong atau kera putih, itu adalah Anda diajari prasangka buruk. Menuduh orang lain adalah dosa. Anda jangan ikut-ikutan," terang Buya Yahya.