Ramai Baim Wong dan Citayam Fashion Week, Ini Penjelasan Tentang HAKI & Benefitnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Baim Wong tengah menjadi sorotan usai mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Citayam Fashion Week ke Kemenkumham. Banyak publik akhirnya bertanya-tanya apa itu HAKI dan keuntungan yang didapat Baim Wong bila mendapatkan merek 'Citayam Fashion Week'.

Hak Kekayaan Intelektual merupakan kekayaan yang lahir dari kemampuan akal dan pikiran manusia berdasarkan ilmu pengetahuan di antaranya di bidang seni, sastra, teknologi, pengetahuan, dan lain-lain.

HAKI sendiri sudah diatur oleh Organisasi Dagang Dunia (WTO) melalui Undang-undang No 7 Tahun 1994 tentang pengetahan WTO (Agreement Establishing The World Trade Organization).

Untuk melindungi karya intelektual ini, pemerintah membuat sistem perlindungan hukum yang disebut hak kekayaan intelektual (HAKI). HAKI menjadi hak privat bagi seseorang yang menghasilkan karya intelektual tersebut.

Dengan demikian, pihak yang telah mendaftarkan karyanya agar diakui bisa memperoleh segudang manfaat dari karya tersebut. Tak terkecuali manfaat ekonomis. Sehingga, pemilik HAKI dapat memperoleh keuntungan berupa uang dari karya tersebut melalui royalti dan lain sebagainya.

Koordinator Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham Irma Mariana mengatakan manfaat yang akan diterima oleh penerima merek yakni kekuatan hukum. Dia mencontohkan pada pengajuan merek Citayam Fashion Week oleh Baim Wong. Bila Baim Wong memenangkan merek tersebut, orang lain atau pihak lain tidak bisa mengklaim sembarangan.

"Tentu kekuatan hukum dong, artinya ketika merek mereka sudah sah dilindungi secara UU, secara hukum mereka terlindungi jadi siapapun nanti akan menggunakan merek mereka ke depan tidak bisa seenaknya," kata Irma saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/7).

Menurut Irma, Baim Wong bisa mendapatkan keuntungan besar bila merek Citayam Fashion Week juga semakin besar.

"Dan keuntungan bisnisnya ada semakin lama semakin kuat semakin terkenal merek jual itu kan nanti makin besar," sambungnya.

Tujuan dan Jenis HAKI

Tujuan dan jenis HAKI:

1. memberi kejelasan hukum mengenai relasi antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya, wilayah kerja pemanfaatannya, dan yang menerima akibat pemanfaatan HAKI;

2. memberikan penghargaan atas keberhasilan dalam mencipakan karya intelektual;

3. mempromosikan publikasi ciptaan dalam bentuk dokumen HAKI yang terbuka bagi masyarakat;

4. Merangsang terciptanya alih informasi melalui kekayaan intelektual, serta alih teknologi melalui paten;

5. melindungi dari kemungkinan ditiru karena ada jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya intelektual hanya diberikan kepada yang berhak.

Sementara jenis-jenis HAKI, yakni:

1. hak cipta,

2. paten,

3. merek,

4. desain industri,

5. indikasi geografis,

6. rahasia dagang,

7. desain tata letak sirkuit terpadu.

Tahapan Pendaftaran Merek Citayam Fashion Week

Irma Mariana menjelaskan siapa pun berhak untuk mengajukan permohonan suatu merek. Termasuk Baim Wong. Namun, setiap permohonan merek akan melalui berbagai tahapan hingga akhirnya merek itu diberikan kepasa pemohon.

"Setiap permohonan yang masuk pasti akan cek formalita, lengkap enggak dokumen yang masuk, sudah sesuai atau belum. Ketika sudah final formalitas kita akan masuk ke tahap publikasi," kata Irma.

"Pada tahap publikasi masyarakat berhak nanti mengajukan keberatan, misal masyarakat dari asosiasi atau perkumpulan masyarakat Citayam atau yanb sudah punya brand yang mirip-mirip itu boleh mengajukan keberatan," sambungnya.

Irma mengungkapkan, bila pada tahapan publikasi terdapat berbagai pihak keberatan, hal itu menjadi pertimbangan tim pemeriksa DJKI. Yang mana tim tersebut nantinya akan memberikan keputusan final apakah merek tersebut boleh diberikan kepada pemohon atau tidak.

"Ketika diajukan keberatan ini akan dievaluasi oleh tim kami, ketika misal tidak ada pengajuan keberatan ini berlangsung selama dua bulan dia akan masuk ketahap pemeriksaan substantif, nanti teman-teman pemeriksa merek yang akan bekerja mereka mempunya kapasitas dan kompetensi yamg luar biasa untuk bisa menentukan merek itu bisa diterima atau tidak," paparnya.

Pendaftaran HAKI Belum Tentu Dikabulkan

Irma pun menegaskan, pemohon yang mengajukan merek Citayam Fashion Week belum tentu diterima atau tidak permohonanya. Sebab, proses dan tahapan yang dilalui cukup panjang dan merujuk pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis.

Jika pemohon kedapatan melakukan pelanggaran dan tak sesuai dengan UU yang berlaku. Maka, pengajuan merek akan ditolak.

"Sebenarnya kita diperaturan UU Nomor 20 tahun 2016 terkait merek ada tuh merek yanh tidak bisa diberikan melanggar asas pancasila kemudian punya niatan tidak baik ada point-point memang bisa membatalkan sebuah merek," jelasnya.

Oleh karena itu, Irma menyampaikan permohonan yang terhadap merek Citayam Fashion Week masih dalam tahapan verifikasi.

"Nanti akan kami telaah dari segi kelayakan apakah merek ini bisa diterina atau tidak banyak pertimbangan," imbuh Irma.

Penjelasan Baim Wong

Sebelumnya, Perusahaan Baim Wong mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) sebagai mereknya.

Perusahaan Baim Wong mendaftarkan Citayam Fashion Week sebagai hak barang atau jasa hiburan dalam sifat peragaan busana, layanan hiburan yaitu menyediakan podcast, video online di bidang mode organisasi peragaan busana, pelaksanaan pameran, peragaan busana, serta pameran kebudayaan untuk tujuan hiburan.

Langkah Baim Wong itu mendapatkan kritikan. Suami dari Paula Verhoeven ini memberi penjelasan.

Baim Wong mengatakan, pendaftaran Citayam Fashion Week karena ingin ajang peragaan busana di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, yang digagas para remaja itu menjadi wadah legal. Serta memajukan fashion Indonesia.

"Citayam Fashion Week ini bukan milik saya. Ini milik mereka semua, ini milik Indonesia. Saya hanyalah orang yang punya visi MENJADIKAN Citayam Fashion Week sebagai ajang untuk membuat trend ini menjadi wadah yang legal, dan enggak musiman. Dan yang paling penting, bisa memajukan fashion Indonesia di mata dunia," tulis Baim, dalam akun instagram pribadinya @baimwong.

Baim menjelaskan, ide melegalkan Citayam Fashion Week dari istrinya yang juga merupakan model dan mengerti dunia fashion. Bahkan Baim mengaku telah bertemu beberapa remaja yang tenar lewat ajang Citayam Fashion Week untuk membahas pendaftaran tersebut.

"Dan saya pun sudah bilang ini kepada mereka semua (Bonge, Roy, Kurma dan Jeje yang waktu itu lagi sakit, tapi saya sudah undang juga) persis sehari sebelum berita ini ada. Hasil dari sini saya belum tau ada atau enggak, tapi kalau pun ada, itu akan menjadi milik kalian juga," kata Baim.

"Dan bukan itu saja, ingat ada nama Citayam di depannya, ini juga milik mereka. Ini benar-benar milih Indonesia. Dengan tangan kalian (Bonge, Roy, Jeje dan Kurma) kalian bangun Citayam menjadi daerah yang hebat dengan uang ini. Saya hanya bagian dari kalian untuk bisa meraih mimpi ini. Saya hanya butuh kepercayaan kalian," sambungnya.

Setelah melalui diskusi tersebut menurut Baim, Citayam Fashion Week akhirnya didaftarkan ke PDKI Kemenkum HAM. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel