Ramai di Medsos Jakarta Hujan Badai, Ini Penjelasan BMKG

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Hujan disertai angin kencang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi hingga Tangerang. Sejumlah warga yang turut merasakan derasnya hujan dan terpaan angin menyebut hujan yang terjadi disertai badai.

Terkait hal itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengaku pihaknya memang sudah memprediksi akan adanya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada sore pada Rabu (20/5/2020).

Berdasarkan data yang telah dirilis BMKG, potensi hujan lebat disertai angin kencang atau disebut thunder strom bakal terjadi pada 20 hingga 22 Mei 2020 di wilayah Jabodetabek.

Dwikorita menganggap, penyebutan hujan badai yang ramai disampaikan masyarakat di media sosial merupakan istilah yang kurang tepat.

"Ada yang menterjemahkan sebagai hujan badai. Namun ada juga yang menganggap siklon tropis sebagai badai tropis karena mengakibatkan jujan lebat disertai angin kencang," kata Dwikorita kepada Liputan6.com, Rabu (20/5/2020).

“Istilah badai ini bisa multitafsir, maka kami cenderung menghindari memakai istilah tersebut," ungkap Dwikorita.

Karena itu, pihaknya memakai istilah lain. "Sehingga istilah baku yang kami pakai adalah (dalam mm/hari), Hujan Ringan, Hujan Sedang, Hujan Lebat, Hujan Sangat Lebat, dan Hujan Ekstrem. Terminologi ini lebih terukur, jelas dan tidak multi tafsir," ungkap Dwikorita.

Menurut Dwikorita, kondisi hujan disertai angin tersebut bisa saja berpotensi terjadinya banjir. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Yang harus diwaspadai dan membahayakan berisiko banjir, longsor ataupun banjir bandang kalau sudah menunjukkan warna orange, maka BMKG segera mengeluarkan peringatan dini mulai 3 hari sampai dengan 30 menit sebelum kejadian," pungkasnya.

Ramai Hujan badai di Medsos

Jagat Twitter pun ramai netizen menilai kondisi hujan kali ini layaknya badai. Seperti akun @ichazizahh yang mencuit, "Serius ini mah bukan hujan. Ini badai cuy. Pohon depan rumah sya sampe kayak goyang ngebor gt serem gt."

Di kawasan Jombang, Tangerang Selatan juga mengalami hal serupa. Salah seorang warga, Adit mengatakan, cuaca saat buka puasa itu mengkhawatirkan.

"Hujannya deras banget enggak. Cuma anginnya kencang. Saking kencangnya masuk ke teras dan kamarku melalui jendela," kata Adit.

Dia mengaku jendela kamarnya dipasangi kawat nyamuk sehingga biasanya tidak terganggu meski hujan datang.

"Selebat-lebatnya hujan, enggak pernah masuk. Ini anginnya membuat air hujan masuk dan cukup membuat becek lantai kamar. Pas mau tutup kaca jendela pun berat banget," kata Adit soal hujan deras dan angin kencang di wilayahnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: