Ramai Gunung Kelud Diramalkan Bakal Meletus pada 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Tanah Air terutama di Jawa Timur, kini sedang tersita perhatiannya oleh isu meletusnya Gunung Kelud pada 2022 mendatang. Sejumlah kegelisahan terlihat di media sosial.

Selain itu, beberapa portal berita daerah turut menyampaikan prediksi Gunung Kelud meletus, mengambil dari kutipan sejumlah tokoh daerah yang mengaku sedang mengamati fenomena alam ini.

Misalnya saja di kanal YouTube Mercundi. Tokoh spiritual bernama Ki Dharma Kuncara memprediksi bahwa meletusnya Gunung Kelud pada 2022 terbilang akan menjadi fenomena besar.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Batuk Agak Besar

Gunung Kelud. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Gunung Kelud. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Namun begitu, Ki Dharma menegaskan bahwa semua yang diprediksinya bukanlah dimaksudkan sebagai sebuah ramalan atau sesuatu yang patut untuk dipercaya sebagai kebenaran.

“Untuk rambu-rambu dari saya, dimungkinkan Gunung Kelud akan batuk agak besar,” jelas Ki Dharma dalam video di kanal YouTube Mercundi yang diunggah akhir pekan lalu.

Antisipasi Korban Jiwa

Daerah Surakarta juga kebagian abu vulkanik gunung Kelud (@PoetryReading)
Daerah Surakarta juga kebagian abu vulkanik gunung Kelud (@PoetryReading)

Menurut Ki Dharma, ia menyampaikan hal tersebut sebagai satu cara untuk mengantisipasi agar warga sekitar bisa menyelamatkan diri lebih dini. Terutama masyarakat di Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

"Seperti tahun 2014, kemungkinan Gunung Kelud akan kembali seperti itu. Saya memberi rambu-rambu ini karena Gunung Kelud sering membawa korban jiwa sampai ribuan. Hendaknya kita patut waspada dan berhati-hati," ujarnya.

Warganet Ramai Membahas

Isu meletusnya Gunung Kelud pada 2022 juga tegah menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. Beberapa warganet bahkan menyebut kembali erupsi 2014 dan bencana meletusnya Gunung Kelud pada awal abad ke-20.

"Dentuman letusan gunung Kelud yang terjadi pada 19-20 Mei 1919 bisa terdengar hingga Kalimantan. #PrayForKelud," tulis seorang pengguna Twitter.

"Gerah banget dari kemaren, ni gara" banyak gunung erupsi gue jadi inget dulu cuaca sebelum kelud meletus panas banget kek gini, malemnya meletus," tulis pemilik akun @akuikisopojal.

"Jadi inget dulu waktu erupsi Gunung Kelud th 2014 diriku nyadar sblm liat ke luar jendela karena bau sulfur. Udah takut Merapi erupsi lagi (dulu sblmnya th 2010)— eh ternyata Kelud," kata @Bundle0fHis.

Sekilas Erupsi dan Letusan Gunung Kelud

Gunung Kelud pernah mengalami erupsi selama 45 hari pada 10 Februari sampai 13 Maret 1990. Gunung ini meletus sejak abad ke-15 dan terus terjadi hingga sekarang. Sejumlah ahli memprediksi Gunung Kelud ini meletus setiap 15 tahun sekali.

Erupsi Gunung Kelud terjadi mulai dari tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990. Namun, pola tersebut sempat berubah dan Gunung Kelud mengalami erupsi kembali pada tahun 2007, 2010, dan 2014.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel