Ramai IPO Memasuki Akhir 2021, Investor Ritel Antusias Ikut Partisipasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) menilai investor ritel lokal akan tetap ikut berpartisipasi di tengah ramainya penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) memasuki akhir 2021.

Berdasarkan laman e-ipo.co.id, ada 11 calon emiten yang sedang proses IPO memasuki akhir 2021. Terbaru ada PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk yang mengunggah rencana IPO di laman e-ipo.co.id. Perseroan yang bergerak di sektor transportasi dan logistik ini menawarkan 370.045.000 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 25. Jumlah saham yang ditawarkan itu 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

PT Bintang Samudera Mandiri Tbk menawarkan harga perdana Rp 100-Rp 150 per saham dalam rangka IPO. Dengan demikian, target dana dari IPO Rp 55,50 miliar. Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Danatama Makmur Sekuritas.

Selain itu, ada sejumlah perusahaan yang mengincar dana di atas Rp 1 triliun dalam rangka IPO. Lima perusahaan yang menggelar IPO dengan mengincar dana jumbo antara lain PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, PT Avia Avian Tbk, PT Adhi Commuter Properti Tbk, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk dan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.

Calon emiten lainnya yang gelar IPO antara lain PT RMK Energy Tbk, PT Perma Plasindo Tbk, PT Wira Global Solusi Tbk, PT Jaya Swarasa Agung Tbk, dan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk.

Ramainya IPO tersebut Ketua Umum MISSI Sanusi menilai positif untuk pasar modal Indonesia. Hal ini mengingat selain menarik investor lokal juga investor asing untuk masuk pasar modal Indonesia.

Selain itu, ada e-ipo menurut Sanusi mempermudah investor ritel untuk mendapatkan saham IPO di tengah pandemi COVID-19. “Ada kemudahan. Dulu IPO ribet harus berebut, isi formulir, belum tentu dapat (saham IPO-red),” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (14/11/2021).

Di tengah ramainya IPO, Sanusi menilai, investor domestik masih tertarik ikut berpartisipasi. Apalagi di sejumlah perusahaan yang menargetkan dana jumbo dari IPO.

"Tertarik, semua bagus, Mitratel, Cimory. Biasanya yang besar-besar ada anchor,” ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Porsi Saham IPO untuk Ritel Diperbesar

Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Akan tetapi, ia berharap pembagian saham IPO untuk investor ritel dapat diperbesar.

"Jatah investor publik diperbesar, jangan hanya beberapa pihak saja,” kata dia.

Selain itu, penjamin pelaksana emisi efek, ia harapkan dapat mengenal profil risiko investor sehingga pembagian saham IPO tepat.

"Penjamin emisi punya profil investor jangka panjang, pendek, kecil dan besar, trader. Kalau hari pertama, saham IPO sudah turun, investor juga takut, jadi tergantung juga dari proporsi pembagian penjamin emisi,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel