Ramai Isu Reshuffle Kabinet, Istana Sebut Jokowi Fokus Tangani Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Stafsus Mensesneg) Faldo Maldini menyebut bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat ini fokus menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi yang terdampak. Hal ini disampaikan Faldo merespons isu reshuffle atau perombakan kabinet yang disebut-sebut akan dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

"Fokus pemerintah hari ini penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi," kata Faldo kepada Liputan6.com, Rabu (8/9/2021).

Menurut dia, kabinet Indonesia Maju saat ini sudah bekerja optimal dalam mengatasi persoalan kesehatan dan ekonomi akibat pandemi virus corona. Faldo menilai para menteri di kabinet juga solid dalam melewati serta bangkit dari situasi pandemi.

"Tim pemerintah hari ini sudah bekerja dengan sangat baik. Tren kasus Covid-19 sudah membaik, walaupun kita akan terus waspada dan bersiap. Ini yang jadi prioritas," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer meyakini Presiden Jokowi bakal segera melakukan perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat. Menurutnya, reshuffle ini perlu dilakukan agar Jokowi mewarisi pemerintahan yang baik di periode keduanya.

"Info yang kita terima dalam waktu dekat ini antara september atau Oktober akan ada reshuffle besar-besaran. Reshuffle ini juga menjadi kebutuhan di pemerintahan Jokowi agar pemerintahan Jokowi yang terakhir ini meninggalkan legacy yang baik buat pemerintahannya yang periode kedua ini kurang maksimal," katanya saat dihubungi, Selasa 7 September 2021.

Pemerintahan Tak Maksimal?

Menurutnya, pemerintahan yang kurang maksimal disebabkan dari kinerja menteri yang tak paham maksud dan kehendak Presiden itu sendiri. Sehingga, ia berharap ada reshuffle kabinet demi Jokowi meninggalkan 'legacy' yang baik meski reshuffle adalah hak prerogratifnya.

"Karena kita enggak mau Presiden di pemerintahan keduanya meninggalkan warisan yang sangat buruk buat bangsa ini, makanya kita minta segera reshuffle. Salah satu yang layak untuk di reshuffle yang selalu bikin masalah adalah Pratikno," ujarnya.

Immanuel menilai, Menteri Sekretaris Negara Pratikno berkali-kali bermasalah berkaitan dengan dokumentasi negara. Apalagi, tugasnya adalah menyaring keluar masuknya informasi berkaitan dengan kepentingan Presiden.

Menurut dia, Selain Pratikno, Menteri yang layak diganti adalah Menteri Perdagangan Mohammad Lutfi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel