Ramai Kebocoran Data dan Doxing, APJII: Jangan Saling Menyalahkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menyampaikan keprihatinan atas maraknya kebocoran data yang merambat pada tersebarnya dokumen surat menyurat sekretariat negara Republik Indonesia serta data pribadi pejabat di Internet.

Arif mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai seratus persen informasi dari bad actor yang tengah ramai diperbincangkan. Menurutnya, data yang diperjualbelikan tersebut adalah hasil fabrikasi untuk kepentingan atau tujuan tertentu, bukan benar-benar kebocoran data dari single resource.

Ia juga menekankan bahwa penyelenggara jasa internet yang tergabung di APJII telah banyak yang menerapkan standar keamanan sesuai SNI maupun ISO 27001 (Sistem Manajemen Keamanan Informasi).

Selain itu, untuk meminimalisir saling tuding dan lempar tanggung jawab, Arif mengusulkan agar pemerintah segera melakukan pembagian peran di antara kementerian dan lembaga terkait.

"Pertahanan dan keamanan di ruang siber ini merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa Indonesia. Tanpa terkecuali. Jadi jangan saling menyalahkan," kata Arif dalam keterangannya, Senin (12/9).

Untuk pengelolaan keamanan siber, APJII meminta agar Presiden Joko Widodo dapat melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang bergerak di industri telematika dan keamanan siber.

"Mereka yang mengerti mengenai kebutuhan teknis terhadap perlindungan data Negara dan masyarakat," ujar Arif.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]