Ramai Video Nikahan Keluarga Bupati Jember Diduga Melanggar Prokes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Sebuah video pernikahan keluarga Bupati Jember Hendy Siswanto yang diduga melanggar protokol kesehatan viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun Facebook Taufik Hidayah pada Minggu (17/10/2021).

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan (Binwasluh) Satpol PP Jember Erwin Prasetyo menyatakan, tim Satgas Covid-19 Jember saat ini tengah memproses dugaan pelanggaran prokes dengan menggelar rapat koordinasi.

"Tim Satgas merumuskan tindak lanjut dari penanganan terkait viralnya video di medsos tentang acara pernikahan yang digelar di salah satu rumah makan," kata Erwin Prasetyo, Rabu (20/10/2021).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Satreskrim Polres Jember, TNI, Satpol PP, dan BPBD Jember untuk membahas dugaan pelanggaran prokes dalam acara pernikahan yang dihadiri Bupati Jember.

"Kami melakukan pengecekan di Gedung New Sari Utama dan petugas mendapatkan keterangan bahwa pihak pengelola sudah mengajukan izin kepada satgas di tingkat kecamatan," tuturnya.

Ia menjelaskan teknis pelaksanaan pernikahan tersebut menerapkan prokes secara ketat di mana jumlah kapasitas gedung sebanyak 1.000 orang, namun jumlah undangan hanya 25 persen dari kapasitas 250 orang yang dibagi dalam tiga jam kedatangan.

"Kami akan memanggil pihak panitia penyelenggara dan pengelola di Kantor Satpol PP pada Kamis (21/10/2021) untuk menindaklanjuti pelanggaran prokes. Apabila ditemukan unsur pelanggaran maka akan dilaksanakan sidang virtual pada keesokan harinya," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bupati Minta Maaf

Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menyampaikan dirinya menghadiri undangan keponakannya dan menyumbangkan lagu untuk keluarga adiknya.

"Di belakang saya ada anak-anak dan cucu saya yang ikut menari, tentunya dalam acara itu, seluruh keluarga saya sudah tes swab antigen," tuturnya.

Hendy mengatakan undangan dibatasi dengan jumlah 25-30 persen dari kapasitas area gedung tempat acara berlangsungnya pernikahan tersebut.

"Saya memohon maaf kepada masyarakat karena kegiatan itu menimbulkan perhatian saat kondisi pandemi COVID-19. Kami minta panitia untuk menjelaskan kepada satgas terkait hal itu dan sekali lagi saya mohon maaf atas kejadian itu," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel