Ramainya Pemudik Tidak Sebanding Pendapatan Pedagang di Pelabuhan Palembang

Merdeka.com - Merdeka.com - Deretan warung makanan berjejer di pintu keluar masuk Pelabuhan Boom Baru Palembang. Beragam jajanan dari instan hingga olahan, terpajang rapi di bagian depan lapak dagangan.

Beberapa orang nongkrong di meja makan, ada yang sekadar nongkrong, ada juga menikmati kopi di pagi jelang siang hari, Kamis (8/4).

Tidak terdengar sama sekali teriakan tawaran dari pelayan kepada penumpang seperti pada umumnya terjadi. Pelayan warung tidak begitu sibuk melayani pembeli, terlihat lebih sering bercengkerama sesama pelayan atau petugas pelabuhan.

Pelabuhan Boom Baru Palembang melayani perjalanan laut rute Palembang-Bangka-Belitung pulang pergi. Pelabuhan ini hanya menyediakan kapal cepat Exspress Bahari.

Pada musim mudik lebaran, pelabuhan itu lebih sering menerima kedatangan penumpang dari Bangka maupun Belitung, dibanding keberangkatan penumpang dari Palembang. Kondisi berbalik sehabis lebaran, orang berduyun-duyun kembali ke pulau itu.

Salah seorang pedagang, RT (46), mengaku situasi ini sudah biasa terjadi di pelabuhan itu. Dia tak begitu lagi merasa aneh dengan sepinya penumpang.

Pada saat keberangkatan penumpang dari Palembang pada pagi hari, tidak banyak yang mampir ke warungnya. Penumpang cenderung langsung menuju dan masuk kapal karena takut ketinggalan.

RT berharap kondisi membaik pada saat kedatangan penumpang dari Bangka di sore hari. Di banding yang berangkat, penumpang yang datang tiga kali lipat lebih banyak.

Namun kenyataannya tak sesuai harapan. Lagi-lagi banyak penumpang memilih langsung meninggalkan pelabuhan sehingga tak menikmati jajanan di tujuh warung yang tersedia.

"Ada kenaikan sedikit dari hari-hari biasa, tapi tidak begitu besar. Mungkin saja penumpang puasa atau mau cepat-cepat pulang ke rumah," ujarnya.

Menjelang puncak arus mudik besok, pedagang di pelabuhan itu berharap terjadi perubahan. Seiring ramainya pemudik dapat sepadan dengan pendapatan harian.

"Kalaupun tidak sekarang, ramai habis lebaran nanti juga tidak apa-apa, yang penting dagangan kami laku," kata dia.

Sementara itu, Divisi Marketing Express Bahari, Lia Febryana mengatakan, pergerakan penumpang sebelum lebaran cenderung didominasi kedatangan dari Bangka Belitung. Jika keberangkatan 80-90 orang per hari, kedatangan penumpang di sore hari tembus 230-240 orang.

"Sebelum lebaran banyak yang datang, sehabis itu baru ramai yang berangkat," terangnya.

Untuk melayani pemudik, pihaknya menambah jumlah operasional kapal. Sejak 25 April 2022, kapal cepat dioperasikan setiap hari pulang pergi yang sebelumnya hanya tiga sekali seminggu keberangkatan. Layanan ini dapat dinikmati warga hingga 9 Mei 2022.

"Di hari normal cuma tiga kali seminggu, mulai Senin kemarin kami tambah jadi setiap hari keberangkatan," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel