Ramalan BI: Rupiah Bertengger di Kisaran 14.600 per Dolar AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar Rupiah akan tetap stabil tahun depan meski diiringi berbagai sentimen. Beberapa di antaranya adalah permasalahan penanganan pandemi Covid-19 hingga isu tapering Amerika Serikat (AS).

"Kami perkirakan nilai tukar Rupiah pada 2021 pada kisaran 14.200 hingga 14.600 per USD. Dan relatif stabil pada kisaran 14.200 hingga 14.600 per USD di tahun 2022," ujar Deputi Gubenur Senior BI, Destry Damayanti, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Destry mengatakan, stabilitas Rupiah terwujud seiring dengan keberhasilan BI menjaga stabilitas eksternal. Hal ini tercermin dalam defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada tahun ini 0,6 hingga 1,4 persen dan 2022 sebesar 1,2 hingga 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, inflasi juga stabil pada level 1,5 persen. Secara tahunan, Inflasi yang akan datang diperkirakan mencapai 2 hingga 4 persen pada tahun ini dan 2022.

"Kinerja sektor eksternal yang positif, inflasi rendah dan imbal hasil yang menarik. Kepercayaan investor yang terjaga, serta langkah-langkah stabilisasi rupiah di tengah risiko ketidakpastian global," tandas Destry.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bank Indonesia Waspadai Lonjakan Inflasi di 2022

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar, selalu mengalami perubahan setiap saat terkadang melemah terkadang juga dapat menguat.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mewaspadai potensi tingkat inflasi tahun 2022 dari besaran yang telah ditetapkan saat ini. Menyusul kenaikan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas dunia seiring pulihnya perekonomian global.

"Risiko kenaikan inflasi pada tahun 2022 perlu kita antisipasi. Ini sejalan dengan kenaikan permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas dunia," tegasnya dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2021, Rabu (25/8).

Perry memproyeksikan, tingkat inflasi di tahun 2022 akan terjaga dalam angka 3 persen plus minus 1 persen secara year on year (yoy) . Hal itu sejalan dengan inflasi tahun ini per Juli yang terjaga rendah diangka 1,52 persen yoy.

"Sejalan dengan terjaganya ekspektasi inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, belum kuatnya permintaan, dan belum kuatnya permintaan serta ketersediaan pasokan. Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada tahun 2021 dan 2022 akan terjaga dalam sasaran yaitu 3 persen plus minus 1 persen," terangnya.

Lebih lanjut, Bos BI ini menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Menteri Koordinator Perekonomian selaku ketua tim pengendalian inflasi pusat, para Menteri, Gubernur provinsi dan Bupati atau wali kota atas Sinergi yang erat dalam mewujudkan stabilitas harga.

"Sehingga mendukung upaya pemulihan ekonomi Indonesia dan menjaga kesejahteraan rakyat," tandasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel