Ramayana Targetkan Laba Bersih Rp 510 Miliar  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Jakarta - PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS)--emiten pemilik gerai Ramayana, Robinson, dan Cahaya--menargetkan laba bersih mencapai Rp 510 miliar atau naik sebesar 15,9 persen dari target laba bersih tahun 2012 sebesar Rp 440 miliar.

"Kami akan berusaha untuk membuka gerai baru dengan memperhatikan inflasi yang semoga tidak terlalu tinggi tahun depan. Kami juga akan meningkatkan promosi yang tepat dan menjalin kerja sama lebih baik lagi dengan pemasok dan menambah training bagi karyawan untuk mendukung penjualan," ujar Suryanto, Direktur Keuangan PT RALS, dalam acara Public Expose PT RALS di gedung World Trade Centre I, Selasa, 27 November 2012.

Pencapaian laba bersih diupayakan PT RALS dengan berekspansi melalui penambahan enam gerai baru yang didanai dari kas internal perseroaan. Akhir tahun ini, kas internal PT RALS ditargetkan mencapai Rp 1,1 triliun.

Perseroan sendiri telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebanyak Rp 350 miliar sampai dengan Rp 400 miliar untuk rencana ekspansi ini. Sedangkan enam gerai baru merupakan sebagian dari target ekspansi per tahun sebanyak delapan sampai sepuluh gerai, dengan perhitungan waktu pembangunan gedung sekitar enam sampai delapan bulan.

Sampai akhir tahun 2011, PT RALS telah memiliki 100 gerai di Indonesia. Adapun target lokasi penambahan gerai baru, yaitu Cibinong dan Cililitan yang akan dibuka pada Maret 2013, Pekalongan pada bulan Mei 2013, Tasikmalaya dan Ambon pada bulan Juni 2013, dan Bogor pada bulan Agustus 2013. "Sisanya, empat gerai baru akan dibuka setelah Agustus 2013," kata Suryanto.

Dari target penambahan enam gerai ini, PT RALS berharap bisa mendongkrak pertumbuhan penjualan sebesar 24 persen pada tahun 2013, atau senilai Rp 9,3 triliun dari target penjualan tahun 2012 senilai Rp 7,5 triliun.

FIONA PUTRI HASYIM

Berita lain:

Rusuh, Program Sehari Tanpa BBM Subsidi Batal

Pengganti BP Migas Berlogo Baru, Berapa Biayanya?

Rupiah Tembus di Bawah 9.600

McLaren Buka Showroom di Indonesia

Pasokan Premium Habis, Pegawai SPBU Gelar Rujakan

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...