Rambut Siswa Gondrong Saat Sekolah Tatap Muka, Guru Ini Bantu Rapikan Ketimbang Dicukur

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Terbiasa melakukan kegiatan di rumah semenjak COVID-19, sebagian orang cenderung cuek terhadap penampilannya sehari-hari lantaran jarang bertemu orang-orang sekitar.

Terutama untuk kaum pria yang membiarkan rambutnya tumbuh semaakin gondrong. Namun, belakangan ini sejumlah sekolah sudah mulai menerapkan tatap muka bersamaan dengan kasus COVID-19 yang menurun.

Sayangnya, salah satu siswa di SMAN 2 Tangerang Selatan nampak belum siap menjalaninya dengan kondisi rambut yang cukup panjang.

Alih-alih melakukan razia cukur rambut siswa, Fetra Ardian yang kala itu melihat rambut panjang siswanya langsung menyiapkan sisir dan sebotol hair spray untuk merapikan tampilan rambut remaja laki-laki itu

Melalui akun Tiktok @fetraardian memperlihatkan bagaimana dirinya menata rambut siswanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menyemprotkan hair spray

Guru pilih jadi penata rambut untuk rambutnya (@fetraardian/tiktok.com).
Guru pilih jadi penata rambut untuk rambutnya (@fetraardian/tiktok.com).

Bak penata rambut profesional, Fetra tampak lihai menata rambut salah satu siswa dengan kedua tangannya. Agar ketampanan murid itu tahan lama, dia pun menyemprotkan hair spray ke seluruh bagian rambut.

Beruntung, murid itu tampak tak terbebani dan puas melihat hasil tampilan rambutnya yang tampak klimis.

Cukur rambut siswa bisa dipidana?

Guru pilih jadi penata rambut untuk rambutnya (@fetraardian/tiktok.com).
Guru pilih jadi penata rambut untuk rambutnya (@fetraardian/tiktok.com).

Caranya mendisiplinkan murid bisa diapresiasi bagi sejumlah guru di Tanah Air. Pasalnya pada 2016, terjadi kasus guru di Majalengka yang nyaris dipidana lantaran mencukur rambut siswa sembarangan.

Kala itu, Susanto Komisaris KPAI menyampaikan butuh strategi yang edukatif dalam mendisiplinkan murid-murid dengan menggunakan logika pendidikan.

"Harusnya kita lebih mencari formula yang edukatif. Sebab pendisiplinan itu cenderung dimaknai konotasinya dengan hukuman padahal paradigmanya itu pengembangan perilaku.," ujar Susanta dilansir dari laman KPAI.

Momen dirinya jadi hair stylist

Respons Warganet

Ilustrasi tukang cukur (Gambar oleh Renee Olmsted dari Pixabay)
Ilustrasi tukang cukur (Gambar oleh Renee Olmsted dari Pixabay)

Unggahan video bapak guru menjadi penata rambut bagi muridnya tuai perhatian warganet. Tak sedikit dari mereka yang mengapresiasi tindakan bapak itu lantaran lebih memilih merapikan rambut siswanya dibandingkan mencukur sembarangan.

"Wokwokwowk udah kek nyisir anak sendiriπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚," tulis akun @it's MarXis.

"Boro-boro dirapiin yang ada gua yang di jambak anjir πŸ˜‚πŸ€£," kata akun @Panggil anas ja.

"Guru langka ini, biasanya langsung dipotong asal πŸ˜…," ungkap akun @sangatbagus.

"Si bapak be like: rapihin dulu ngab, pacar kamu ngeliatin mulu pengen rapihin. sini biar bapak aja yg bantu," balas akun @Naon.

"Muridnya baper ga ya kalo kepalanya dielus-elus pa guru," tutur akun @DINDA UDAH GA MARAH!.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel