Rampok Alfamart Didor Anak Buah AKBP Jerry Siagian

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Anak buah Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian, Kasubdit Jatanras, tepatnya Subdit 4 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan di Alfamart Suka Damai, Sarua Indah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan ada lima orang pelaku ditangkap dalam komplotan perampokan minimarket ini, yakni RJ (20), WAM (20), MFA alias Mamas (26), AG (19) dan MNU (18).

“Para pelaku punya peran masing-masing dalam menjalankan aksinya,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya pada Selasa, 26 Januari 2021.

Menurut dia, pelaku berinisial RJ yang memiliki ide untuk melakukan pencurian dengan kekerasan. Lalu, RJ todong senjata tajam kepada penjaga toko sambil minta ditunjukkan brankas dan mengambil uang dalam brankas di lantai 2.

“Pelaku WAM menodong pegawai minimarket pakai pisau bersama RJ mengambil uang,” ujarnya.

Selanjutnya, MFA perannya menerobos masuk membuka rolling door dan langsung menodongkan celurit ke arah pegawai toko sambil mengawasi situasi di lantai bawah.

Kemudian, peran pelaku AG menyediakan tempat (kontrakannya) untuk melakukan perencanaan pencurian dengan kekerasan (perampokan) dan menodongkan pistol mainan korek kearah pegawai Alfamart.

“Pelaku MNU ini menerima barang hasil kejahatan berupa satu unit handphone merek Samsung A50S dan uang tunai Rp150.000 yang merupakan barang hasil pencurian pelaku bernama AG,” jelas dia.

Awalnya, kata Yusri, karyawan minimarket bernama Al-Fatiani dan Rizki lagi bersih-bersih lantai serta melakukan persiapan menutup Alfamart pada Minggu. 17 Januari 2021 sekitar pukul 22.15 WIB.

Tiba-tiba, lanjut dia, tersangka MFA langsung masuk melalui rolling door yang masih sedikit terbuka sambil menodongkan senjata tajam berupa celurit ke arah saksi Al-Fatiani. Kemudian, tersangka RJ juga menodongkan celurit ke Rizki.

“Sedangkan pelaku WAM mengancam dengan pisau dari samping sambil berkata, brankas di mana brankas?” ujarnya.

Setelah itu, RJ dan WAM membawa dua karyawan minimarket naik ke lantai dua untuk menuju brankas uang. Sedangkan tersangka MFA dan AG yang membawa pistol korek berjaga di bawah.

“Tersangka AG berperan mengambil handphone yang tergeletak di atas meja milik saksi Rizki,” katanya.

Setelah mengambil uang dari brankas sebesar Rp36.735.000, Yusri mengatakan, pelaku keluar dari Alfamart serta melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda PCX, sedangkan tersangka MFA dan AG melarikan diri pakai motor Honda Beat.

“Uang hasil kejahatan dibagi-bagi dengan nominal yang berbeda, misalnya pelaku RJ dan WAM dapat Rp11 juta, MFA dan AG dapat Rp3,5 juta, serta tersangka MNU kebagian menguasai handphone merek SAMSUNG A50S dan menerima uang sebesar Rp150.000,” katanya.

Sementara, kata Yusri, pelaku RJ diberi tindakan tegas terukur pada bagian kaki oleh aparat kepolisian. Karena begitu mau ditangkap berusaha melawan petugas.

“Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 365 Ayat (2) KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kelompok ini telah melakukan aksi lebih dari 3 kali di wilayah DKI dan Bogor,” ujarnya. (ase)