Rampok dan Bunuh Pengemudi Taksi Online di Tangerang, Tiga Perampok Ditembak

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga perampok sekaligus pelaku pembunuhan terhadap pengemudi taksi online di Tangerang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang. Penadah mobil hasil kejahatan komplotan ini juga diringkus.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini mengatakan, tiga pelaku berinisial AS, JG, dan AR. Mereka dijerat dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia

"Terhadap tiga pelaku utama yakni AS, JG dan AR, disangkakan Pasal 340 KUHP subsider 338 dan 365 dan untuk pelaku penadah berinisial S alias U disangkakan Pasal 480 KUHPidana terkait penadahan barang curian," terang Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini di Mapolresta Tangerang, Senin (21/11).

Zamrul menerangkan, para pelaku merampok dan membunuh Asep (37), pengemudi taksi online Selasa (15/11).

Pelaku Ditangkap di Sukabumi

Modusnya dengan berpura-pura sebagai penumpang. Setelah membunuh korban dengan kabel sling, jasadnya kemudian dibuang di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi, petugas menangkap para pelaku dua hari setelah penemuan jasad korban. Ketiga pelaku ditembak pada bagian kaki.

"Tiga pelaku diamankan di wilayah Ciracas, Kabupaten Sukabumi. Dan tersangka penadah mobil curian kami amankan di wilayah Kabupaten Serang," terang dia.

Modus Jadi Penumpang

Zamrul menerangkan, peristiwa perampokan berujung pembunuhan berencana terhadap pengemudi taksi online itu, bermula dari pelaku JG, yang memesan taksi online untuk diantar dari wilayah Jatiuwung Ks Cibedil, Kecamatan Maja, Kaabupaten Lebak.

"Ketika mobil yang mengantar para pelaku berada di kawasan Solear, pelaku yang berada di kursi penumpang berinisial AS, dengan tali sling yang sudah disiapkan menjerat korban," jelas Zamrul.

Sementara itu, satu pelaku lain membekap korban menggunakan lakban dan satu pelaku lain, memegang kemudi agar mobil terkendali.

"Selanjutnya, pelaku dengan mobil tersebut yang di dalamnya berada korban berputar-putar di kawasan Solear, ketika korban sudah tidak berdaya korban dibuang di kawasan Cikuya," jelas dia.

Selanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan bersama Polda Banten, tiga pelaku diamankan berikut satu pelaku penadah. Dari pengakuan tiga pelaku tersebut, aksi perampokan dan pembunuhan berencana itu dilatarbelakangi motif ekonomi.

"Para pelaku tidak bekerja. Mereka penghuni satu kontrakan di Dadap, Tangerang. Pengakuan pelaku, baru kali itu melakukan pencurian dan rencananya mobil tersebut, akan dijual. Namun dari permintaan Rp30 juta, baru ditawar Rp20 juta," terang dia. [yan]