Rampok dan Bunuh Wanita di Tapanuli Selatan, Dua Residivis Dibekuk Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, Polres Tapanuli Selatan, dan Polres Tapanuli Utara menangkap dua pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap wanita usia lanjut bernama Nurhaida Simanjuntak (62). Kedua pelaku berinisial BST dan AP ditangkap dalam pelariannya pada Selasa (2/8).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan penangkapan terhadap kedua pelaku berawal dari penemuan jenazah korban di Jalan Lintas Aek Latong Lama-Padang Sidempuan, Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (24/7) lalu.

"Dari temuan itu tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban," katanya, Jumat (5/8).

Lanjut Hadi, setelah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, keluarga, dan kamera CCTV. Kedua pelaku akhirnya berhasil ditangkap sembilan hari kemudian. Usai ditangkap diketahui kedua pelaku merupakan residivis.

"Modusnya adalah melakukan tipu daya. Meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban," jelasnya.

Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Tapanuli Utara itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/8). Setelah itu korban pun diantar ke pasar oleh suaminya.

"Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga keluarga melaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan," ungkapnya.

Atas temuan ini, kata Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Tapanuli Utara. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, polisi akhirnya dapat mengungkap alamat pelaku.

"Korban meninggal dunia dibekap karena meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku," ujarnya.

Usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung hasil rampasan itu kepada seorang penadah berinisial I. Dari hasil penjualan itu masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.

"Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 365 Ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel