Rampok Sekap 16 Karyawan Pabrik di Cirebon

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Dua peristiwa perampokan terjadi pada Rabu (21/11/2012) dini hari di Kabupaten Cirebon. Dari dua kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Di lokasi pertama, kawanan menyekap 16 pekerja di pabrik makanan ringan Cipta Rasa Utama (CRU) di Desa Rawa Urip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, dini hari kemarin.

Kawanan perampok itu membawa lari uang perusahaan beserta uang dan ponsel milik 16 karyawan itu dengan total sekitar Rp 40 juta. Beruntung, semua karyawan yang bertugas malam itu selamat.

Satu di antara korban penyekapan itu, Syamsudin (22), mengatakan perampok mendatangi tempat kerja mereka sekitar pukul 01.30. "Kira-kira, lebih dari sepuluh orang pelakunya," ujar pemuda itu saat ditemui di perusahaan CRU, kemarin siang.

Syamsudin mengaku tak menyadari kehadiran para tamu tak diundang itu. "Saya mau ngambil air ternyata ada pelaku. Saya kira orang pipa (petugas air)," katanya.

Kemudian, orang yang ia kenali berpakaian kemeja kotak merah dan celana jins itu menyuruhnya keluar. Menurut dia, lelaki berbadan gemuk itu meninju pipi kirinya dan menendang bagian belakang badannya. Perampok itu pun mengikat tangan dan kaki Syamsudin dengan tali rafia.

Selain Syamsudin, dua satpam, dua sopir, dua kenek, lima karyawan, dua penjaga kantin, dua mandor, dan seorang mekanik di perusahaan itu mengalami hal yang sama. Empat dari 16 pekerja itu adalah perempuan. Menurut Syamsudin, empat karyawan itu bernasib lebih baik dari 12 pekerja pria karena hanya diikat. "Kami yang laki-laki rata-rata dipukuli dan ditendang," katanya.

Syamsudin kehilangan uang Rp 550.000 dan sebuah ponsel. Seorang mandor, ucapnya, kehilangan uang Rp 1,8 juta dan sebuah ponsel. Empat belas rekannya juga diambil uang dan ponselnya. Pemuda yang bekerja di perusahaan itu sepanjang tiga tahun terakhir tersebut mengatakan perusahaan kehilangan uang senilai Rp 28 juta.

Semua uang itu berupa pecahan untuk hadiah di dalam bungkus makanan ringan yang diproduksi perusahaan itu. "Uang pabrik recehan semua, mulai Rp 200, Rp 500, sampai Rp 1.000," katanya.
Syamsudin mengaku sebagai orang pertama yang bebas dari ikatan kawanan perampok dengan cara bergerak seperti "pocong". Namun, saat itu, para perampok lebih dulu kabur.

Ia memperkirakan kawanan perampok yang menggunakan mobil putih (belum tahu jenisnya) itu memanjati tembok di sisi kanan perusahaan. Hal itu ia tunjukkan dengan adanya batang yang hilang dan membentuk pijakan pada dinding luar perusahaan itu. Dinding tembok itu berhadapan langsung dengan persawahan.

Syamsudin mengatakan seorang di antara perampok itu membawa pistol kecil, sedangkan yang lainnya menggenggam pisau. Selain itu, kawanan perampok memotong kabel CCTV di pabrik itu agar terhindar dari rekaman.

Kapolres Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar, mengatakan polisi sedang menyelidiki kasus ini. Hingga kemarin, polisi memeriksa dua saksi.

Selain itu, polisi juga sedang memeriksa kejadian hampir sama di PT Tritunggal Mulya Wisesa, Jalan Raya Jenderal Sudirman Nomor 128, Desa Ciperna, Kabupaten Cirebon. Perampokan itu juga terjadi pada dini hari kemarin, sekitar pukul 02.30. Polisi memperkirakan aksi dilakukan tujuh orang. Dua orang memanjat tembok, lalu membuka pintu untuk lima rekan mereka.

Kawanan perampok yang diduga menggunakan minibus bernomor polisi B 1312 (huruf belakang belum diketahui) itu mengikat satpam dan membekapnya dengan lakban. Mereka membobol ruang brankas dengan las. Nilai kerugian sekitar Rp 110 juta. Polisi mendapat barang bukti berupa topi biru yang diduga milik pelaku dan sidik jari pada teralis dan botol minuman serta tali. (tribun jabar/tom)

Koran Futuristik dan Elegan
 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.