Ramuan Jamu Teruji Klinis untuk Cegah Kolesterol Jahat

Syahdan Nurdin, alitamir
·Bacaan 5 menit

VIVA – Penyakit jantung dan stroke di Indonesia mulai banyak terdeteksi di semua kalangan usia. Tidak hanya di kalangan lanjut usia (lansia). Generasi muda sudah mulai terindikasi terkena penyakit ini. Penyebabnya antara lain adanya kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

Sita Rahmawati dalam buku Menu Sehat Kolesterol (2010) mengatakan jumlah kolesterol yang berlebih di dalam tubuh bisa menimbulkan kondisi aterosklerosis. Kondisi adanya penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.

Kondisi ini menjadi awal terjadinya penyakit jantung dan stroke. Hiperkolesterol juga merupakan faktor risiko penyebab kematian di usia muda. Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160-200 mg.

Perbanyak mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung serat tinggi. Serat dapat mengikat kolestrol agar tidak beredar dalam darah. Jangan rebus atau masak sayuran kaya vitamin C terlalu matang. Cukup setengah matang. Ini perlu dilakukan agar kandungan vitamin C tidak hilang. Vitamin C bersifat homeostasis sebagai pengatur keseimbangan kolesterol.

Tidak semua kolesterol berdampak buruk pada tubuh. Hanya kolesterol yang masuk kategori LDL (Low Density Lipoprotein) yang mengakibatkan hal buruk pada tubuh. Jenis kolestrol HDL (Hight Density Lipoprotein) malah bermanfaat karena dapat melarutkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Artikel di Website Ditjen P2P Kemenkes tanggal 13 Januari 2017 menyebutkan makanan cepat saji mengandung kolesterol tinggi. Makanan ini sangat digandrungi di segala level usia. Jenis makanan ini memiliki kandungan minyak jenuh.

Lemak jenuh terbentuk dari penambahan hidrogen pada minyak sayur yang digunakan untuk menggoreng makanan cepat saji. Makanan bersumber hewani sebaiknya juga dikurangi konsumsinya. Kuning telur diketahui memiliki kandungan kolesterol yang tinggi jika dibandingkan dengan makanan lainnya.

Minum Jamu Saintifik yang Teruji Secara Klinis

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia. Biasanya diwariskan dari generasi ke generasi. Penggunaan jamu banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Kementerian Kesehatan mendefinisikan obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Sayangnya bukti empiris mengenai khasiat jamu belum banyak dihasilkan. Lebih banyak melalui cerita berdasarkan pengamatan dan observasi yang dikisahkan pengobat ataupun lewat karya sastra jaman dulu.

Jamu yang beredar di pasaran masih dipertanyakan efektifitas dan manfaatnya. Kerap ditemui didalamnya terkandung bahan kimia yang membahayakan tubuh penggunanya.

Untuk menjawab kebutuhan akan jamu yang terbukti aman dan berkhasiat melalui uji klinis, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.003/MENKES/PER/I/2010.

Permenkes ini mengatur mengenai Saintifikasi Jamu dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Saintifikasi Jamu diartikan sebagai pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian berbasis pelayanan kesehatan.

Permenkes tersebut mengatur agar jamu dapat digunakan, harus memenuhi kriteria aman, klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris yang ada, serta memenuhi persyaratan mutu. Pemanfaatan jamu digunakan dalam pengobatan komplementer alternatif yaitu pengobatan bukan konvensional yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Hingga tahun 2019, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menghasilkan sebelas ramuan jamu saintifik. Pemanfaatannya bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Salah satu yang telah dirilis dan diperkenalkan adalah ramuan jamu saintifik untuk kolesterol tinggi.

Mengutip buku Sebelas Ramuan Jamu Saintifik Pemanfaatan Mandiri oleh Masyarakat (2019) yang dikeluarkan Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Badan Litbang Kesehatan Kemenkes ada tujuh tanaman obat yang dipakai sebagai ramuan jamu kolesterol tinggi.

Komposisi ramuan dalam bentuk bahan kering terdiri dari daun jati cina sebanyak 1 gram, daun jati belanda sebanyak 6 gram, herba tempuyung 6 gram, teh hijau 5 gram, rimpang temulawak 5 gram, rimpang kunyit 4 gram serta herba meniran sebanyak 3 gram.

Herba adalah seluruh bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah kecuali akar. Rimpang adalah modifikasi batang tanaman yang tumbuh menjalar/berada di dalam tanah dan dapat menghasilkan tunas dan akar baru dari ruas-ruasnya. Rimpang dimiliki tanaman empon-empon (B2P2TOOT, 2019:79).

Cara penggunaan ramuan jamu sebagai berikut :

- Rebus 1 liter (5 gelas belimbing) air dalam panci stainless/kendil bertutup hingga mendidih. Gunakan kendil tanah liat, stainless atau enamel untuk merebus jamu. Jangan gunakan bahan dari besi atau aluminium.

- Masukkan ramuan jamu kolesterol tinggi kedalam panci/kendil. Rebus menggunakan api kecil selama 15 menit

- Angkat dan diamkan panci/kendi hingga dingin. Saring menggunakan saringan berbahan non logam

- Hasil penyaringan diminum tiga kali sehari pada hari yang sama yaitu setiap pagi, siang, dan malam

Gunakan sedikitnya 3 hingga 6 minggu untuk memperoleh efek penurunan kadar kolesterol. Ada beberapa catatan saat penggunaan jamu ini sebagaimana dijelaskan di buku Sebelas Ramuan Jamu Saintifik Pemanfaatan Mandiri oleh Masyarakat ini.

Pertama, ramuan ini dapat menurunkan kadar kolesterol melalui penghambatan penyerapan kolesterol makanan di usus sehingga jika digunakan sesuai anjuran dapat memperlancar buang air besar.

Kedua, penggunaan yang berlebihan atau takaran tidak sesuai dapat menyebabkan rasa mual, mules dan diare.

Ketiga, ramuan diminum setengah jam sebelum makan. Keempat, bila selama 1 minggu pemakaian tidak ada perubahan atau malah parah, disarankan berkonsultasi ke dokter.

Bagi yang tidak mau repot namun tetap ingin menggunakan jamu yang aman dan berkhasiat, bisa berobat ke Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus beralamat di Jl. Raya Lawu Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi di laman digital B2P2TOOT, klinik ini menyediakan jamu berupa racikan simplisia, serbuk dan juga ekstrak tanaman obat yang telah diteliti keamanan, mutu dan khasiat melalui riset praklinis dan riset klinis.

Pengobatan tidak menggunakan bahan kimia. Jamu dapat dikonsumsi dalam bentuk pil dan rebusan. Klinik ini juga telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008.

Karena lagi pandemi, di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, pasien akan dilayani untuk konsultasi dan penentuan diagnosa melalui layanan videocall oleh dokter. Selanjutnya proses peracikan jamu berdasarkan resep dokter dan jamu dikirim lewat jasa pengiriman kepada pasien.