Random Sampling adalah Teknik Pengambilan Sampel, Kenali Jenis-jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Random sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel yang perlu kamu pahami dalam penelitian. Dalam statistika, sampel sendiri merupakan bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar.

Istilah sampel ini memang biasanya berkaitan dengan statistika ataupun suatu penelitian. Random sampling atau metode acak sederhana ini biasanya digunakan untuk mewakili kelompok yang tidak bias.

Random sampling adalah teknik pengambilan sampel dari suatu populasi yang berdasarkan pada setiap elemen populasi yang ada. Setiap anggota himpunan bagian memiliki kemungkinan yang sama untuk dipilih.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (26/12/2021) tentang random sampling adalah.

Teknik Pengambilan Sampel

Ilustrasi Ilmuwan, Peneliti, Penelitian, Laboratorium - Kredit: Freepik
Ilustrasi Ilmuwan, Peneliti, Penelitian, Laboratorium - Kredit: Freepik

Sampel adalah bagian dari populasi yang dipelajari dalam suatu penelitian dan hasilnya akan dianggap menjadi gambaran bagi populasi asalnya, tetapi bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati.

Mengutip dari eprints.ums.ac.id, random sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel. Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (2000:114), ada 2 cara pengambilan sampel, yaitu random sampling dan non random sampling.

Random Sampling

Random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel.

Menurut Arikunto (2006:124), pengambilan sampel dengan random sampling adalah teknik yang bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu cara undian, cara ordinal, dan cara randomisasi.

Non Random Sampling

Sementara itu, non random sampling adalah cara pengambilan sampel di mana tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih dengan sampel. Menurut Slameto (2007: 12), pengambilan sampling dengan non random sampling dapat dicari dengan quota sampling, purposive sampling, area sampling, proporsioal sampling, stratified sampling, double sampling dan combined sampling”. Berikut penjabarannya.

- Quota sampling, adalah cara pengambilan sampel dengan menetapkan subyek yang akan diteliti.

- Purposive sampling, adalah cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan.

- Area sampling, adalah cara pengambilan dengan menunjukkan cara atau bagian sampel yang memiliki cara-cara populasi.

- Proposional sampling, adalah pengambilan sampel yang memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori di dalam populasi penelitian.

- Stratified sampling, adalah cara pengambilan sampel dari populasi yang terdiri dari strata yang mempunyai susunan bertingkat.

- Double sampling, adalah pengambilan sampel yang mengusahakan adanya sampel kembar.

- Combined sampling, adalah pengambilan sampel dengan mengkombinasikan sampel.

Jenis Random Sampling

Ilustrasi Penelitian Credit: pexels.com/Chokniti
Ilustrasi Penelitian Credit: pexels.com/Chokniti

Random sampling adalah setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel, tidak ada intervensi tertentu dari peneliti.

Simple Random Sampling (Pengambilan Acak Sederhana)

Simple Random Sampling adalah sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.

Pengambilan Acak Sederhana dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.Kelebihan dari simple random sampling adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error. Kekurangannya adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.

Systematic Random Sampling (Pengambilan Acak Sistematis)

Systematic Random Sampling adalah sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.

Kelebihan dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sederhana. Sementara kekurangannya adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampu menangkap keragaman populasi heterogen.

Jenis Random Sampling

Stratified Random Sampling (Pengambilan Acak Berdasarkan Lapisan)

Stratified Random Sampling adalah sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.Kelebihan dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel. kekurangannya adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian. Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.

Cluster Sampling (Pengambilan Acak Berdasar Area)

Cluster Sampling merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama. Kelebihan dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel. Sementara, kekurangannya adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel