Rangsang Pasar, Pengembang Berkelas Hadirkan Produk Berkelas Harga Terjangkau

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam kondisi perekonomian yang tidak mudah seperti sekarang ini para pengembang properti tetap berinovasi menghasilkan produk berkelas dengan harga terjangkau dengan menyasar segmen market tertentu. CEO Property Excelent & Advisory F. Rach Suherman menilai pada Semester II/2021, industri properti nasional akan semakin bertumbuh karena daya beli masyarakat semakin membaik didukung berbagai insentif yang diberikan oleh Pemerintah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 0% untuk rumah siap huni seharga maksimal Rp2 miliar.

“Ceruk pasar dengan permintaan tinggi berada di segmen Rp500 juta hingga Rp2 miliar. Namun, pengembang yang memasok hunian di segmen tersebut terbatas. Kehadiran beberapa proyek Lippo Karawaci di segmen ini menjadi sebuah keunggulan. Segmen di atas Rp 500 juta sangat besar.Di koridor barat Ibukota pasokan hunian yang dilakukan Lippo memenuhi ceruk pasar yang ada,” katanya.

PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sejak awal masa pandemi di tahun 2020 memang konsisten melakukan inovasi produk dengan meluncurkan rumah tapak dua lantai Cendana Series dengan price setting antara Rp500 jutaan hingga Rp1 miliar. CEO LPKR John Riady mengatakan, “Kami meyakini bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. Permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, dimana pembelinya sekitar 80% merupakan pasar perdana. Jadi inilah yang saya pikir real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan.”

Permintaan Pasar yang Besar Dorong Oversubscribed Dua Kali Lipat

Hadirnya produk baru dan promosi akan meningkatkan minat pembelian rumah. Suku bunga yang rendah juga akan menstimulus pembelian melalui KPR.
Hadirnya produk baru dan promosi akan meningkatkan minat pembelian rumah. Suku bunga yang rendah juga akan menstimulus pembelian melalui KPR.

“Jadi kita akan terus tumbuh dan kita juga melihat bahwa memang permintaannya besar. Pada tanggal 5 Juni 2021 lalu, kami meluncurkan Cendana Parc yang berhasil sold out 467 unit hanya dalam waktu 5 jam, bahkan mengalami oversubscribed hingga dua kali lipat. Dalam menanggapi permintaan pasar yang sangat besar, kami menghadirkan klaster terbaru Cendana Parc North.” ujar John.

Pendapatan pra-penjualan LPKR melesat 122% YoY menjadi Rp2,33 triliun di Semester I/2021. LPKR sudah merealisasikan 67% dari target pra-penjualan pada 2021 sebesar Rp3,5 triliun. Dengan peluncuran Cendana Parc North di Lippo Karawaci dan beberapa klaster di Lippo Cikarang pada semester kedua tahun ini, LPKR akan mampu mencapai target rencana bisnis dengan proyeksi pertumbuhan penjualan mencapai 30%.

Hal ini sejalan dengan prediksi analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa bahwa faktor pendorong pertumbuhan penjualan LPKR di Semester II/2021 berkaitan dengan rencana peluncuran proyek perumahan baru dan berbagai strategi promosi. Yasmin mengatakan, "Hadirnya produk baru dan promosi akan meningkatkan minat pembelian rumah. Apalagi suku bunga rendah akan menstimulus pembelian melalui KPR."

Klaster rumah tapak 2 lantai Cendana Parc North di Lippo Karawaci menerapkan prinsip kaum urban milenial yang menyukai simplicity dalam desain open plan yaitu ruangan rumah yang tidak banyak sekat sehingga menciptakan space multifungsi. Dengan harga terjangkau mulai Rp675 juta, Cendana Parc North tersedia dalam tiga type; Cendana Villa dengan luas tanah (LT) 60m² dan luas bangunan (LB) 55m², Cendana Residence mulai LT/LB 82,5m²/68m² dan Cendana Sanctuary LT/LB 97,5m²/88m².

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat AreaInsider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel