Rano Karno Menyayangkan Banyak Ondel - Ondel Ngamen

Liputan6.com, Jakarta - Sejak setahun terakhir, pengamen ondel-ondel banyak ditemukan ruas jalan Jakarta dan sekitarnya. Rano Karno sendiri sangat miris dengan hal ini.

Bagi Rano Karno, warisan kebudayaan tersebut tak seharusnya dijadikan alat untuk mencari uang dengan mengamen. Ondel-ondel, salah satu ikon kesenian Betawi, semestinya tampil di tempat yang baik dan layak.

"Ondel-ondel itu bukti sejarah, dia punya sejarah. Artinya tempatnya bukan di pinggir jalan. Tempatnya mulia. Di kawinan misalnya," kata Rano Karno, di kantor Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2019).

 

Sedih

Ondel-ondel memeriahkan karnaval ulang tahun Kota Tangerang Selatan ke-10 di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (11/11). Karnaval tersebut diikuti lebih dari seratus ondel - ondel se-kecamatan di Kota Tangerang Selatan. (Merdeka.com/Arie Basuki)

"Kalau ini kan tidak. Saya begini ya, saya baru belakangan sadar, kok banyak sekali dengan radio kampung keliling. Semakin menyedihkan bagi saya loh. Enggak tahu kalau yang lain," sambungnya.

 

Butuh Uang

(Bambang E.Ros/Fimela.com)

Rano Karno mencoba memahami bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan uang untuk kebutuhan hidup, namun tentu tidak dengan cara mengamen menggunakan warisan budaya.

 

Terganggu

"Kan ada lembaga kebudayaan betawi, harusnya ini dipikirkan juga. Saya yakin mereka berpikir, tapi mungkin karena terlalu luas sehingga enggak tahu fokusnya mau ke mana. Cuma kebetulan saya agak terganggu ngelihat itu. Saya juga paham mereka butuh hidup," tuturnya.

 

Bikin Peraturan

Ya, sebagai orang Betawi, Rano Karno memang terganggu dengan fenomena pengamen ondel-ondel. Ia harap para pemangku kebijakan dapat membuat peraturan tegas terhadap hal ini.

 

Anggaran Besar

"Ini masalahnya kan kepekaan, saya yakin juga instansi pemerintah juga peka. Tapi kalau ngelihat realita seperti ini berarti ada realita yang belum semuanya tercover. Saya yakin DKI anggaran untuk pelestarian budayanya besar," ucapnya.