Ranpurlab Brimob sediakan 18 ribu porsi makanan bagi pengungsi gempa

Brimob Polri menurunkan enam kendaraan khusus berupa mobil dapur lapangan (Ranpurlap) ke lokasi gempa 5,6 magnitudo di Kabupaten Cianjur, Jabar, dalam sehari mampu menyediakan 18 ribu porsi makanan siap saji.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Cianjur, Rabu, terdapat enam Ranpurlab Brimob Polri yang diturunkan ke Cianjur, disebar ke sejumlah wilayah terdampak gempa seperti Kampung Cariuk, Desa Mangungkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, di posko utama pendopo, posko penanggulangan bencana Brimob di IBC Jalan Raya Cipanas-Cianjur.

"Tim Brimob sudah membentuk dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan pangan para pengungsi, bentuknya food truck yang dalam satu kendaraan itu ada lima sampai 10 personel yang bertugas memasak," tutur Dedi.

Menurut Dedi, setiap ranpurlap dapat memproduksi 3.000 porsi makanan, sehingga dalam satu hari keenam ranpurlap bisa menyediakan 18 ribu porsi makanan.

Baca juga: Anggota DPR apresiasi Polri terjunkan 1.000 personel ke Cianjur

Baca juga: BNPB: Korban meninggal gempa Cianjur naik jadi 271 di hari ketiga

Makanan yang disediakan Ranpurlap Brimob tersebut terdiri dari nasi dan lauk pauk, seperti telur dadar, ayam goreng dan mi goreng.

"Diupayakan, pemenuhan kebutuhan para pengungsi korban gempa akan diberikan secara maksimal," ucap Dedi.

Selain untuk pengungsi, makanan dari Ranpurlap Brimob tersebut, juga untuk personel Brimob yang diturunkan ke lapangan yang bertugas membantu evakuasi dan penyelamatan korban gempa.

Wilayah terdampak kerusakan parah tersebar di 12 kecamatan, yakni Kecamatan Cugenang, Kecamatan Cianjur, Warung Kondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Pacet, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Cibeber, Kecamataj Sukaluyu, Kecamatan Bojong Picung, Kecamatan Cikalong Kulon.

Dari laporan BMKG, gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: TNI AL terus kerahkan prajurit bantu masyarakat Cianjur

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Polri, hingga pukul 07.00 WIB di hari ketiga setelah gempa telah terjadi 152 kali gempa susulan, dampak gempa terjadi di 94 lokasi.

Gempa telah menimbulkan korban jiwa, data sementara ada 271 korban meninggal dunia, 40 korban dalam pencarian, 1.083 korban luka. Terdapat 1.120 kepala keluarga mengungsi yang terdiri atas 58.362 jiwa. Tercatat kerusakan rumah dan bangunan sebanyak 22.198 unit.