Rapal Mantra Pemanggil Kuntilanak yang Bikin Penasaran di Musikal Horor IBU

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - "Atika putri kesayangan," begitulah lirik lagu pembuka musikal horor IBU dalam penayangan perdananya, Kamis malam, 4 November 2021. Tanpa latar terkesan berlebihan, teater persembahan Indonesia Kaya ini menyuguhkan tidak semata ketegangan, namun juga sambung-menyambung emosi, babak demi babak.

Penonton akan dibawa tergulung ombak perasaan bersalah yang mendalam, turut rekah dalam asmara, diserang getir nasib, dan, tentu, bergidik. Dari sekian banyak adegan, ada satu yang terlalu sulit untuk tidak melekat, yaitu saat Bibi, yang diperankan Sita Nursanti, merapal mantra pemanggil kuntilanak.

"Tadinya memang mau cari tahu kata-kata persis pemanggil kuntilanak dalam budaya Sunda," kata penata musik sekaligus produser musikal horor IBU, Ammir Gita, melalui sambungan telepon pada Liputan6.com, Jumat (5/11/2021). "Tapi karena takut beneran datang pas syuting, jadi tidak jadi."

Namun demikian, dalam keterangan setelah penayangan perdana Kamis malam, Ammir menyebut bahwa penulis liriknya, Titien Wattimena, mengatakan ternyata ada satu baris yang memang mantra pemanggil kuntilanak. "Saya juga baru dikasih tahu," akunya.

Penggarapan musiknya, kata Ammir, ngebut selama dua minggu, kendati sebenarnya ide lakon ini sudah datang sejak tiga tahun lalu. "Tulis lirik dulu karena naskah harus jadi duluan," katanya menjawab apakah melodi atau lirik yang lebih dulu digarap.

"Lirik sudah selesai, setelah itu baru bikin aransemen musik. Dalam prosesnya harus membayangkan mood dari musikal itu bagaimana," tutur Ammir. "Bagaimana rasa getirnya itu terasa dan sampai ke penonton."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sebab Akibat Patriarki

Teater Musikal Horor
Teater Musikal Horor

Lebih lanjut Ammir mengatakan, teater berlatar tahun 1900-an ini "sangat feminis." "Jadi tidak hanya horor karena ada kuntilanak, tapi kami juga mengajak penonton untuk bersimpati dan berempati," katanya.

"Kami mau mengatakan bahwa cerita kuntilanak ini merupakan sebab akibat budaya patriarki, dampak dari kekerasan terhadap perempuan," imbuh Ammir.

Secara khusus, ia mengatakan, sengaja meminta struktur musik tertentu pada adegan-adegan yang sudah ditunjuk. "Ini termasuk karakter siapa ketemu siapa dalam bernyanyi," tuturnya.

Dalam keterangan resminya, warna musik di musikal ini dijelaskan cenderung romantis, namun punya sentuhan gelap dan getir. Secara konkret, referensinya mengacu pada musik klasik Eropa berpadu musik tradisional Jawa Barat yang melahirkan warna musik baru.

"Nada-nada modern yang mengandung unsur etnis dengan moda pentatonis jadi dasar dari penulisan lagu-lagu yang ditulis secara tematik, sehingga mudah diingat. Beberapa suara efek dan frekuensi tertentu pun digunakan untuk membangun suasana yang gelap, dingin, dan membuat perasaan tidak nyaman," Ammir memaparkan.

Jadwal Penayangannya

Teater Musikal Horor
Teater Musikal Horor

Sutradara, sekaligus produsernya, Aditya Purwa Putra, mengatakan, "IBU akan membawa penikmat seni ke wilayah Jawa Barat pada era kolonial Belanda. Nuansa dingin dan berkabut akan selalu terasa dalam gambar walaupun akan juga diselingi dengan beberapa bagian yang cerah untuk memberikan sedikit kontras."

Selain Sita Nursanti sebagai Bibi, musikal ini juga melibatkan Andrea Miranda sebagai Atikah, Morgan Oey sebagai Surya, Nino Prabowo sebagai Soma, dan Chandra Satria sebagai Tuan Pieter. Pertunjukannya melibatkan Andrea Miranda dan Titien Wattimena sebagai produser eksekutif bersama Bayu Pontiagust.

Ide cerita dicetuskan IMP Creative dan naskah ditulis Titien Wattimena. Rusmedia Agus berperan sebagai co-director, Yunus Pasolang, I.C.S sebagai sinematografer, Ricardo Marpaung sebagai penata artistik, Andhy Pulung sebagai video editor, Ursula S. Gayatri sebagai penata kostum, dan Aktris Handradjasa sebagai makeup artist.

Harga tiket musikal horor IBU dibanderol Rp66,6 ribu. Penayangannya masih akan berlangsung pada 5--6 November 2021 pukul 19.00--20.00 WIB atau 20.30--21.30 WIB. Ingat, jangan buka kunci jendela Anda!

Infografis Wayang Potehi

Wayang Potehi menjadi salah satu warusan seni budaya Tionghoa - Jawa
Wayang Potehi menjadi salah satu warusan seni budaya Tionghoa - Jawa
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel