Rapat Evaluasi, Menag Minta Jajarannya Siapkan Layanan Haji 1444 H Lebih Awal

Merdeka.com - Merdeka.com - Rangkaian ibadah puncak haji hampir selesai. Seiring kembalinya seluruh jemaah ke Makkah untuk melakukan thawaf ifada. Hari ini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan delegasi Amirul Hajj langsung menggelar Rapat Evaluasi penyelenggaraan puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Rapat berlangsung di Kantor Daerah Kerja Makkah. Turut hadir dalam rapat tersebut Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah selaku Penanggung Jawab, Hilman Latief; Wakil Penanggung Jawab sekaligus Sekjen Kemenag, Nizar Ali; dan para Pengendali Teknis, Ketua dan Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, serta Kepala Daerah Kerja dan Kepala Bidang, serta para Wakil Kepala Satuan Operaisional Armuzna.

Menag mengatakan, rapat evaluasi sengaja dilakukan sedini mungkin untuk mengumpulkan catatan-catatan yang ditemukan sepanjang fase Armuzna. Harapannya, persiapan penyelenggaraan ibadah haji di tahun yang akan datang bisa dipersiapkan lebih baik dan lebih dini pula.

"Siapkan penyelenggaraan haji 1444 H sejak awal," kata Menag di Makkah.

Menag menambahkan, catatan-catatan yang ditemukan sudah dia sampaikan langsung saat bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat untuk meningkatkan kualitas layanan haji di tahun-tahun berikutnya.

"Kami berdua sepakat untuk meningkatkan kualitas layanan haji yang tahun ini sudah berjalan baik dan akan terus memperbaiki sejumlah kekurangan yang ada," papar Menag.

Menag menyebut respons Saudi sangat baik dalam pertemuan itu. Dia sangat berharap apa yang menjadi pembahasan dua negara menjadi pembuka yang baik untuk pelaksanaan haji di tahun akan datang.

"Menteri Haji Arab Saudi komitmen untuk merespons masukan kita dan karenanya perlu pembicaraan lebih awal terkait dengan ibadah haji tahun depan," kata Gus Men, sapaannya.

Dalam kesempatan yang sama, Menag menekankan pada jajarannya betapa pentingnya mengupayakan pemenuhan semua fasilitas yang sudah tertera dalam kontrak agar bisa diimplementasikan secara optimal.

Tahun mendatang, Menag ingin mitigasi setiap potensi persoalan, terutama di Arafah dan Mina, perlu dirumuskan secara lebih detail dan operasional.

"Saya berharap, simbol-simbol kenegaraan bisa muncul pada petugas dan jemaah haji pada penyelenggaraan tahun mendatang. Para pembimbing ibadah juga harus benar-benar dari pembimbing ibadah yang menguasai ilmu fikih dan ibadah," tuturnya.

Hal itu menjadi penting. Sebab katanya, kenyamanan jemaah yang ingin beribadah sama di Tanah Suci adalah yang utama.

"Mari bersama berusaha membuat nyaman jemaah. Jika nyaman, jemaah juga merasa aman," tugas Menag. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel