RAPBD 2021, Tito Minta Daerah Fokus ke Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Syahrul Ansyari, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan arahan terkait penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021 yang sedang berlangsung saat ini. Tito meminta pemerintah daerah fokus pada pemulihan ekonomi dalam penyusunan RAPBD 2021 ini.

"Di tahun 2021 ini, strategi utama pemerintah adalah melaksanakan pemulihan ekonomi nasional," kata Tito dalam acara bersama gubernur provinsi seluruh Indonesia pada Rabu, 2 Desember 2020.

Dengan adanya penggaungan protokol kesehatan 3M serta program vaksinasi yang dilakukan pemerintah, menurutnya, tak lantas menyudahi perlakuan RAPBD dalam menghadapi pandemi. Sebab, pelaksanaan protokol kesehatan dan vaksinasi tersebut diyakininya masih memerlukan waktu.

"Kalau kita lihat vaksinasi, kemungkinan memerlukan waktu, karena negara kita adalah negara besar dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia," ujar Tito.

Baca juga: Mendagri Tito Curhat COVID-19 Mengubah Banyak Rencananya

Dia menuturkan, pada 2021, masyarakat Indonesia masih berhadapan dengan persoalan pandemi. Artinya, semua pihak juga akan menghadapi permasalahan mirip tahun 2020 yaitu ekonomi dan sosial.

"Oleh karena itu, kita ingin memulihkan ekonomi sekaligus menekan COVID-19," ujar Tito.

Karenanya, Tito menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi yang berdampak untuk masyarakat luas.

"Di kuartal kesatu tahun 2021, kalau prediksi dari Bank Dunia, dan lain-lain, pertumbuhan ekonomi kita bisa naik ke 5 persen. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan kerja sama pemerintah pusat dan daerah," tutur Tito.

Tito meminta dalam penyusunan RAPBD, pemda masih berpatokan pada kondisi pandemi. Yakni yang mengedepankan aspek kesehatan dan pemulihan ekonomi di dalamnya.

"Nah, ini sekarang teman-teman daerah sedang menyusun RAPBD, RAPBD ini betul-betul dibuat strateginya seperti itu," katanya. (art)