RAPBN 2013 dan Nota Keuangan: Angka Kemiskinan Jadi Sorotan Fraksi di DPR

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    Tempo
    Dahlan: Blok Mahakam untuk Pertamina  

    TEMPO.CO, Surakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pemerintah akan mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Dia mengaku sudah menolak permintaan perpanjangan kontrak dari pengelola sebelumnya, Total E&P Indonesie dari Perancis. …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

INILAH.COM, Jakarta - Berbagai fraksi mengkritisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (29/8/2012).

Angka kemiskinan yang masih tinggi menjadi perhatian oleh fraksi di DPR. Pasalnya RAPBN beserta nota keuangan 2013 dinilai masih belum signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan. "Penurunan angka kemiskinan di RAPBN dan nota keuangan 2013 masih lemah," kata perwakilan Fraksi Golkar Roim Kono saat rapat paripurna, Rabu (29/8/2012).

Fraksi Golkar pun mendesak, agar pemerintah meningkatkan angka pertumbuhan menjadi 7% pada tahun depan, bukan yang sebagaimana ditargetkan 6,8%. "Pertumbuhan masih lemah dan pertumbuhan di tahun depan harus mencapai 7%," jelasnya.

Selain fraksi Golkar, fraksi PDIP pun menyoroti kerja pemerintah yang belum menekan angka kemiskinan dengan baik. Di dalam RAPBN dan nota keuangan 2013 terdapat penggolongan rakyat miskin, seperti miskin dan sangat miskin.

"Kategori kemiskinan, digabungkan jangan dipisahkan dan tercatat 2,3% angka kemiskinan di 2012, berharap 2013 bisa menurun menjadi 2%," kata perwakilan dari Fraksi PDIP Said Abdulah. [mel]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...