Rapid Test Antigen di Kualanamu Dialihkan ke Sistem Drive Thru

Raden Jihad Akbar, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penggrebekan dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terhadap pelayanan rapid tes antigen di Bandara Kualanamu Internasional di Kabupaten Deli Serdang. Pihak ?PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu mengalihkan pelayanan tersebut, dengan sistem drive thru.

"Layanan sementara ditutup dan ruangan disegel. Satu layanan dengan drive thru tetap kita buka," ungkap Plt General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, Agoes Soeprayanto dalam jumpa pers di Gedung Auditorium Danau Toba Kantor PT Angkasa Pura II Kualanamu, Rabu 28 April 2021.

?Dalam penggerebekan digelar pada Selasa sore, 27 April 2021. Petugas kepolisian dari Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengamankan 7 orang dari pelayanan rapid tes antigen Bandara Kualanamu milik PT Kimia Farma Diagnostika.

Baca juga: Kasus COVID-19 Klaster Kantor Naik, Menaker Wanti-wanti Perusahaan

Ketujuh orang tersebut, adalah 1 orang Kepala Layanan merangkap bisnis manager, 5 orang dari laboratorium Kimia Farma Medan Kartini dan 1 office boy. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Sumut.

Lanjut, Agoes menyerahkan dan mendukung proses hukum dilakukan Polda Sumut. Kemudian, mengusut tuntas terkait kasus tersebut.?"Kami dukung penuh tindakan tegas yang dilakukan di bandara Kualanamu oleh pihak manapun," tutur Agoes.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sumut, Dimas Tri Adji menyayangkan kejadian ini, ia mengatakan tentu sangat merugikan masyarakat Sumut karena berdampak multi full effect.

Dimas mengkritik dan menilai pengawasan dan audit internal yang dilakukan PT Kimia Farma Diagnostika harus diperbaiki ke depan. Hal ini, mencatat serius bagi DPRD Sumut, akan terus melakukan pengawasan terkait permasalahan ini.

"Ini Pekerjaan rumah bagi Kimia Farma Diagnostika karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan," jelas Dimas.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Aidil Fadhilah Bulqini mengakui petugas layanan rapid tes antigen ?tersebut, diduga menggunakan peralatan bekas atau berulang. Perbuatan tersebut, diluar SOP pelayanan yang diterapkan.

?"Dugaan penggunaan secara berulang alat satu kali pakai adalah murni inisiatif oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostika," sebut Aidil dalam jumpa pers di Gedung Auditorium Danau Toba Kantor PT Angkasa Pura II Kualanamu, Rabu 28 April 2021.