Rapor Menawan PSIS dan PSS di Pekan Pertama BRI Liga 1: Berpotensi Lebih Konsisten

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Semarang - Wakil Jawa Tengah dan DIY mendapat hasil cukup memuaskan pada pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022. PSIS Semarang dan PSS Sleman sama-sama berhasil meraih poin krusial dengan melihat lawan yang dihadapi.

PSIS menang atas Persela Lamongan dengan skor tipis 1-0 (4/9/2021) lewat gol telat Riyan Ardiansyah. Sementara PSS menahan imbang tim raksasa Persija Jakarta 1-1 (5/9/2021), setelah Irkham Mila menjadi pahlawan untuk menghindarkan dari kekalahan.

Ini menjadi bekal positif untuk melakoni pekan kedua. Secara umum, kedua tim telah membuktikan diri mampu memaksimalkan kondisi untuk siap bertarung di BRI Liga 1. PSIS dan PSS yang sama-sama memiliki persiapan kurang ideal, tapi mampu mengatasinya.

Tim Mahesa Jenar (julukan PSIS) hanya punya waktu sekitar tiga pekan untuk kembali berlatih. Beruntung para pemainnya dapat menjaga kondisi kebugaran dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kembali beradaptasi.

Begitu juga PSS yang lebih pendek waktu persiapannya di BRI Liga 1. Hanya sekitar satu pekan saja bagi tim Elang Jawa menghimpun kekuatan dengan langsung berkumpul di Jakarta. Meski seluruh penggawa wajib menjalani latihan dengan maksimal lewat virtual. Untungnya, hal itu dapat berjalan lancar.

Semakin Teruji

Bek PSIS Semarang, Riyan Ardiansyah (14) merayakan gol kemenangan bersama rekan setim dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Bek PSIS Semarang, Riyan Ardiansyah (14) merayakan gol kemenangan bersama rekan setim dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Hasil positif yang didapat PSIS maupun PSS membuat kedua tim semakin teruji untuk bersaing lebih sengit. PSIS tampil lebih dominan ketimbang Persela baik dalam penguasaan bola maupun peluang yang tercipta.

Hingga gol penentu datang di menit-menit akhir lewat kaki Riyan Ardiansyah. Pemain cadangan yang tidak diduga menjadi pahlawan kemenangan PSIS.

Secara umum, selama penampilan 90 menit PSIS cukup padu dan kompak. Antarlini bekerja dengan baik dan konsentrasi yang tinggi, karena Persela sebenarnya juga memberikan tekanan hebat.

Namun pada dasarnya, tidak ada perubahan berarti secara materi pemain sejak musim 2020 yang kemudian dilanjutkan pada ajang pramusim seperti Piala Menpora 2021. Rata-rata hampir di setia lini masih dengan pemain yang sama dan menjadi andalan di masing-masing tim.

Di PSIS misalnya, ada Jandia Eka Putra, Wallace Costa, Fredyan Wahyu, Jonathan Cantillana, Finky Pasamba, Septian David Maulana, Hari Nur Yulianto, dan Bruno Silva. Nama-nama tersebut sudah menghuni di starting eleven PSIS bahkan sejak tampil habis-habisan di musim 2018 dan 2019.

Kekuatan Bertambah

PSIS Semarang - Pratama Arhan (Bola.com/Adreanus Titus)
PSIS Semarang - Pratama Arhan (Bola.com/Adreanus Titus)

Kekuatan PSIS justru bertambah dengan adanya deretan tenaga-tenaga muda, baik yang sudah dipercaya menjadi starter maupun dibutuhkan sebagai supersub.

Sebut saja Pratama Arhan yang semakin sulit tergantikan di sektor bek kiri. Kemudian muncul sosok Riyan Ardiansyah yang membuktikan diri sebagai supersub pemecah kebuntuan.

Skuad tim kebanggaan wong Semarang juga sudah diuji saat tampil di Piala Menpora dengan hasil mengesankan. Perubahan paling mencolok hanyalah di posisi pelatih, dengan mundurnya sosok Dragan Djukanovic. Membuat Imran Nahumarury sebagai caretaker memaksimalkan potensi yang ada di timnya.

PSIS diprediksi masih akan menjadi kuda hitam dan batu sandungan bagi tim-tim besar lainnya. Dibutuhkan usaha tidak mudah bagi tim yang akan bertanding melawan jagoan asal Jateng tersebut.

Pertahankan Tradisi

Pertahanan PSS cukup sigap menghalau gempuran serangan Persija. Namun hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, kedua tim harus puas berbagai poin sama 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pertahanan PSS cukup sigap menghalau gempuran serangan Persija. Namun hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, kedua tim harus puas berbagai poin sama 1-1. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di kubu PSS tidak jauh berbeda kondisinya. Pelatih Dejan Antonic yang sudah dipercaya sejak awal musim 2020 ikut memberi andil. Bermula dengan hasil kurang maksimal di musim itu, karena PSS masih mencari kekompakan.

Ajang Piala Menpora 2021 dengan berhasil melaju sebagai peringkat ketiga, membuat PSS semakin percaya diri bahwa potensi mereka tidak kalah besar dengan tim lain. Pondasi tim di PSS tidak mengalami perubahan besar, dengan masih mengandalkan wajah-wajah lama.

Ega Rizky, Bagus Nirwanto, Asyraq Gufron, Irkham Mila, dan Arsyad Yusgiantoro merupakan pemain warisan era pelatih Seto Nurdiyantoro. Kemudian Dejan Antonic datang, memadukannya dengan Irfan Bachdim, Aaron Evans, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Irfan Jaya.

Kemudian masuk pemain baru lagi yang langsung nyetel yakni bek asal Serbia, Mario Maslac. Perpaduan mereka, ditunjang motivasi dan mental di atas lapangan, memaksa tim sebesar Persija harus gigit jari gagal menang.

Ujian dari Tim Kuat

Serangan bertubi-tubi Persija Jakarta pada babak pertama mampu dimentahkan kiper PSS, Ega Rizky. Skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Persija Jakarta. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Serangan bertubi-tubi Persija Jakarta pada babak pertama mampu dimentahkan kiper PSS, Ega Rizky. Skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Persija Jakarta. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persija mengawali pertandingan dengan bermain menyerang, memaksa PSS lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Hingga akhirnya gawang PSS kecolongan gol di babak pertama lewat skema tendangan bebas.

Begitu juga di babak awal babak kedua, Persija terus menekan dengan memaksimalkan peran kedua winger mereka yang punya kecepatan. Namun justru PSS dapat memanfaatkan kelengahan Persija, diawali dengan aksi gila Irfan Jaya yang diteruskan menjadi g oleh Irkham Mila.

Peluang PSS yang membahayakan bahkan jauh lebih banyak ketimbang Persija. Tren positif inilah yang diharapkan publik wong Sleman untuk dapat berjalan konsisten di laga-laga selanjutnya.

PSS punya tradisi apik seperti di musim 2019 yang mampu finis di urutan delapan klasemen akhir dan dianggap sebagai kuda hitam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel