Rapor Merah Lini Depan Timnas Inonesia di Piala AFF 2020: Sulitnya Punya Striker Haus Gol

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia masih memiliki asa sekaligus rasa percaya diri tinggi menuju partai puncak Piala AFF 2020. Namun sebelumnya harus lebih dulu menyingkirkan Siangapura di babak semifinal.

Modal baik didapatkan Timnas Indonesia saat berhasil menahan imbang 1-1 Singapura pada leg pertama semifinal, Rabu (22/12/2021). Kemudian laga menentukan akan terjawab pada leg kedua, Sabtu (25/12/2021) malam WIB.

Prestasi meyakinkan selama fase grup menjadikan modal tersendiri, ditambah sukses menahan imbang 1-1 di pertemuan pertama semifinal. Meski tidak memberlakukan gol tandang, hasil itu setidaknya dapat menjadi ukuran dan peluang untuk menyingkirkan Singapura.

Namun demikian, tetap ada catatan penting yang harus diperhatikan oleh Shin Tae-yong sebagai juru taktik. Meski fakta berbicara dengan torehan 14 gol, Timnas Indonesia menjadi tim terproduktif sejauh ini pada ajang Piala AFF 2020. Uniknya dari total 14 gol, hanya satu gol yang lahir dari kaki seorang striker.

Satu-satunya striker Timnas Indonesia yang sudah membukukan gol adalah Ezra Walian. Itupun ke gawang salah satu tim terlemah di ajang Piala AFF 2020 yaitu Laos pada babak penyisihan grup.

Memang sejauh ini, nama-nama pemain yang bukan berposisi sebagai striker sukses memperlihatkan performa ciamik. Sebut saja Irfan Jaya, Witan Sulaeman, dan Evan Dimas cukup rajin menyumbangkan gol.

Seharusnya Indonesia memiliki striker yang rajin mencetak gol menimbulkan rasa kengerian dari calon lawan. Hal inilah yang belum diperlihatkan Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2020.

Dedik Setiawan

Dedik Setiawan. Striker milik Arema FC berusia 27 tahun ini tampil 45 menit sebelum digantikan Ezra Walian di awal babak kedua. Ia tampil nyaris tanpa peluang dan kehilangan kecepatan serta naluri mencetak golnya. Ia hanya mendapat nilai 6. (AFP/Roslan Rahman)
Dedik Setiawan. Striker milik Arema FC berusia 27 tahun ini tampil 45 menit sebelum digantikan Ezra Walian di awal babak kedua. Ia tampil nyaris tanpa peluang dan kehilangan kecepatan serta naluri mencetak golnya. Ia hanya mendapat nilai 6. (AFP/Roslan Rahman)

Pelatih Shin Tae-yong memainkannya sebagai starter saat melawan Singapura pada leg pertama semifinal. Saat babak penyisihan, Dedik Setiawan lebih sering di bangku cadangan.

Ia hanya sekali bermain sebagai starter di babak penyisihan grup B. Pelatih asal Korea Selatan itu barangkali mencoba strategi yang bisa mengejutkan Singapura.

Pasalnya Dedik jarang bermain namun punya pengalaman sebagai striker senior di antara pemain depan lainnya di Timnas Indonesia.

Pemain asal klub Arema FC itu sempat menjadi ancaman bagi pertahanan Singapura. Beberapa kali Baharudin dan Nazari harus menutup pergerakannya agar tak menjadi ancaman berarti.

Dedik Setiawan bermain sepanjang babak pertama. Ia dijadikan ujung tombak yang diapit oleh Irfan Jaya dan Witan Sulaeman. Ricky Kambuaya juga ikut menyuplai bola untuknya.

Sayangnya, Dedik Setiawan harus ditarik keluar pada awal babak kedua. Pemain berusia 27 tahun tersebut digantikan oleh Ezra Walian dengan harapan bisa menambah keuggulan di paruh kedua.

Ezra Walian

Penyerang Timnas Indonesia, Ezra Walian, berduel dengan bek Malaysia, Junior Eldstal, pada laga Grup B Piala AFF 2020. (AFP/Roslan Rahman)
Penyerang Timnas Indonesia, Ezra Walian, berduel dengan bek Malaysia, Junior Eldstal, pada laga Grup B Piala AFF 2020. (AFP/Roslan Rahman)

Untuk diketahui, nama Ezra Walian jadi sosok yang mendapat banyak kepercayaan dari Shin Tae-yong menghuni pos striker utama di Timnas Indonesia selama Piala AFF 2020.

Striker Persib Bandung itu hanya absen jadi starter saat Skuad Garuda membekap Laos. Menariknya ketika masuk di babak kedua, Ezra justru sukses mencetak gol.

Dalam skema Shin Tae-yong, Ezra Walian memang ditempatkan sendirian sebagai tukang gedor utama. Meski baru mencetak satu gol, sebenarnya kontribusi sang pemain tidak bisa disebutkan jelek.

Ia dimainkan Shin Tae-yong pada babak kedua saat Timnas Indonesia menghadapi Singapura. Yakni menggantikan Dedik Setiawan di awal babak kedua. Tidak banyak peran yang ia tunjukkan, hingga akhirnya digantikan Hanis Saghara sepuluh menit menjelang laga bubar.

Kushedya Hari Yudo

Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)
Kushedya Hari Yudo. Striker berusia 27 tahun ini juga gagal menampilkan aksi terbaiknya karena minimnya suplai bola ke kakinya. Walaupun sesekali mampu membuka ruang, namun tidak ada rekannya dari lini tengah yang maju memanfaatkan ruang yang dibukanya. (Dok. PSSI)

Ia diharapkan menjadi seorang predator di kotak penalti lawan sejak gelaran Piala AFF 2020. Pemain Arema FC ini tercatat sudah bermain di tiga pertandingan pada babak penyisihan grup.

Kushedya Hari Yudo tampil kala Timnas Indonesia melawan Kamboja, Laos, dan Malaysia. Total ia bermain sebanyak 78 menit, meski sayangnya belum ada gol yang lahir dari kaki maupun kepalanya. Padahal Yudo dikenal sebagai striker yang ngotot dan tak kenal lelah.

Eks pemain PSS Sleman itu diharapkan bisa menjadi solusi untuk lini depan skuad Garuda bersua Singapura pada semifinal kedua nanti. Yudo memiliki kebugaran yang tentunya lebih baik dari penyerang Indonesia lainnya.

Hanis Saghara

Penyerang Timnas Indonesia U-23, Hanis Saghara, menyebut kekompakan semua pemain jadi kunci kemenangan 2-1 atas Tajikistan pada laga uji coba.
Penyerang Timnas Indonesia U-23, Hanis Saghara, menyebut kekompakan semua pemain jadi kunci kemenangan 2-1 atas Tajikistan pada laga uji coba.

Tingkat kelelahan sangat berpengaruh pada performa Timnas Indonesia di babak kedua melawan Singapura. Membuat Hanis Saghara menjadi striker alternatif yang bisa dijajal Shin Tae-yong di Piala AFF 2020 ini.

Pemain Persikabo 1973 itu tercatat bermain sebanyak dua pertandingan di turnamen ini. Ia diturunkan sebagai pemain pengganti pada babak kedua, saat melawan Malaysia dan Singapura.

Total Hanis Saghara bermain selama sebelas menit dalam dua pertandingan itu. Dalam laga terakhir kontra Singapura, ia menggantikan Ezra Walian di menit ke-79. Meski sayangnya juga tidak banyak usaha yang didapatnya dalam pertandingan kemarin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel