Rapor Pemain Asing Arema FC di Seri Pertama BRI Liga 1: Perlahan Berhasil Memberi Bukti

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Grafik permainan Arema FC mulai meningkat di pengujung seri pertama BRI Liga 1 2021.

Satu di antara penunjang performa apik Singo Edan ialah kinerja pemain asingnya, Adilson Maringa, Sergio Silva, Renshi Yamaguchi, dan Carlos Fortes. Perlahan tapi pasti mereka memperlihatkan kualitasnya. Ini membuktikan insting pelatih Eduardo Almeida tepat.

Padahal empat pemain asing itu baru musim ini merasakan atmosfer sepakbola Indonesia. Ternyata proses adaptasi Maringa dkk bisa lebih cepat.

Satu di antara faktornya, Almeida sudah memahami karakter para pemain itu secara langsung. Renshi pernah dilatih Almeida di klub Thailand, Ubon United. Sedangkan Maringa, Sergio dan Fortes sebelumnya main di negara Almeida, Portugal.

Di laga pertama, baru Maringa yang langsung memperlihatkan performnya. Sedangkan pemain lain masih adaptasi dengan rekan-rekan barunya.

Seiring berjalannya waktu, kualitas mereka tak diragukan lagi. Meski sebelumnya empat pemain itu tampil di kasta kedua Thailand dan Portugal, kualitas mereka mumpuni untuk berkiprah di kasta tertinggi Indonesia.

Dari pengamatan Bola.com, para pemain asing ini dapat rapor yang bagus. Berikut rapor masing-masing pemain Arema FC di seri pertama BRI Liga 1.

Adilson Maringa

Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Arema FC, Adilson Maringa. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Pemain 31 tahun asal Brasil ini menjelma jadi satu di antara kiper terbaik di Liga 1. Banyak penyelamatan yang dilakukan dalam 6 laga. Gawangnya baru kemasukan 4 gol di seri pertama Liga 1.

Dia mencatatkan tiga kali cleansheet beruntun. Lawan PSIS Semarang, Persipura Jayapura dan Persela Lamongan. Mantan kiper Vilafranquense, Portugal ini hanya kemasukan gol dalam tiga laga pertama.

Dengan postur 194 cm, dia punya jangkauan yang bagus. Penampilannya bisa mengobati fans Arema FC akan hadirnya kiper tangguh. Sejak kehilangan Kurnia Meiga Hermansyah karena sakit pada tahun 2017, Arema sering gonta-ganti kiper setiap musimnya. Sekarang Singo Edan punya pilihan yang tepat.

Penampilannya yang konsisten dalam 6 laga awal BRI Liga 1 dianggap sudah mewakili kualitasnya. Aremania sudah memberikan julukan kepadanya. Yakni Adilson ‘Becker’. Itu plesetan dari nama kiper timnas Brasil dan Liverpool saat ini, Alisson Becker.

Sergio Silva

Sergio Silva, pemain baru Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Sergio Silva, pemain baru Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pemain terakhir yang gabung dengan Arema. Dia hanya mengikuti latihan kurang dari sepekan sebelum kompetisi bergulir. Pelatih Arema, Eduardo Almeida sempat memarkirnya di bangku cadangan ketika pertandingan pertama lawan PSM Makassar.

Tapi kehadirannya di lini belakangan sangat dibutuhkan. Sehingga babak kedua Sergio mulai dimainkan. Dan sampai pekan 6 dia tak tergantikan.

Nilai lebihnya, bek asal Portugal ini punya ketenangan. Tak hanya itu, mantan bek Feirense, Portugal ini juga tak banyak melakukan pelanggaran. Sehingga catatan kartunya masih bersih.

Jarang Arema punya pemain belakang seperti ini. Karena selama ini, Singo Edan dikenal punya karakter keras. Sehingga bek asing yang dipilih kebanyakan berkarakter keras dan sering membuat pelanggaran.

Renshi Yamaguchi

Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre (kedua kanan) berusaha melewati pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho dan Renshi Yamaguchi pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)
Pemain Persipura Jayapura, Todd Rivaldo Ferre (kedua kanan) berusaha melewati pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho dan Renshi Yamaguchi pada laga BRI Liga 1 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu, (29/9/2021). (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Secara skill individu, permainannya tidak menonjol. Tapi dia punya kelebihan lain. Dari segi stamina dan daya jelajahnya yang tinggi. Dua hal itu memang dibutuhkan sebagai gelandang bertahan.

Permainannya bisa dibilang hampir mirip dengan partnernya, Hanif Sjahbandi. Selain itu, Renshi pernah dikorbankan jadi bek kanan sampai stoper dadakan ketika ada pemain yang cedera.

Dia jadi salah satu pemain yang selalu tampil penuh dalam 6 laga pertama. Sayang, Renshi sudah mengoleksi 2 kartu kuning. Satu kartu lagi bisa membuatnya absen karena akumulasi.

Terlepas dari itu, permainan Renshi cukup memuaskan. Apalagi dalam tiga laga terakhir, dia sering mematahkan serangan lawan dari lini tengah.

Carlos Fortes

Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) menendang bola saat melawan PSS Sleman dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC, Carlos Fortes (kiri) menendang bola saat melawan PSS Sleman dalam laga pekan ke-3 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (19/9/2021). Arema FC kalah 1-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Satu di antara pemain dengan grafik meningkat di dua laga terakhir seri pertama. Tiga gol berhasil dicetaknya ke gawang Persipura Jayapura dan Persela Lamongan. Gol itu sekaligus menepis keraguan supporter akan kemampuannya. Karena dia sempat kesulitan menyelesaikan peluang yang didapat dalam empat laga pertamanya.

Bisa dibilang Fortes merupakan striker yang komplit. Dengan postur gempal, dia bisa adu lari dengan bek lawan. Selain itu, skill individunya bagus. Striker 26 tahun ini juga bisa melayani tandemnya dengan umpan-umpan yang bagus. Ditambah lagi kaki kanan dan kirinya sama-sama hidup.

Poin lebihnya, Fortes mau turun membantu pertahanan ketika Arema dihukum tendangan sudut atau bebas. Pelatih Eduardo Almeida menginstruksikannya jadi pemain belakang dalam situasi itu. Karena posturnya sangat mendukung untuk duel bola atas. Diprediksi dia bakal jadi salah satu penyerang papan atas di Indonesia.

Posisi Arema FC saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel